Kata "hemat" sudah seharusnya menjadi teman dekat bagi para mahasiswa, apalagi bagi kamu yang berstatus mahasiswa kedokteran. Mengapa? Karena kamu membutuhkan alat-alat medis khusus untuk menunjang pendidikan (seperti stetoskop, tensimeter, dll), dan harga alat-alat tersebut lumayan merogoh kocek.
Kalau kamu tidak tahu cara mengelola keuangan, hal ini bisa menjadi bumerang. Sebagai contoh, saat kamu benar-benar membutuhkan suatu alat wajib untuk praktikum, uangnya malah sudah habis dan kamu sendiri yang rugi.
Agar pengeluaran tetap man terkendali, ini dia 5 tips hemat bagi mahasiswa kedokteran!
Fakultas kedokteran memiliki banyak blok materi, dan setiap blok biasanya mewajibkan textbook yang berbeda-beda. Jika kamu membeli buku fisiknya semua, harganya pasti sangat mahal.
Tips utamanya, kamu bisa beralih menggunakan E-book kedokteran. Kamu tidak perlu keluar uang banyak, hanya butuh sedikit kesabaran untuk mencari e-book tersebut di website, sosial media, atau kamu juga bisa mendapatkan FREE E-BOOK KEDOKTERAN dari komunitas dan kakak tingkat.
Selain mengandalkan e-book sebagai pengganti textbook, kamu juga bisa menerapkan cara jitu ini. Pada umumnya, di setiap kampus terdapat "materi blok turunan" dari kating (kakak tingkat).
Materi turunan ini biasanya berisi rangkuman catatan setiap blok kedokteran, panduan hasil praktikum, hingga tips dan catatan ujian tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah "harta karun" bahan ajar yang sangat menghemat biaya belajarmu!
Langkah paling krusial adalah mencatat segala pengeluaran pokok dan membuat anggaran bulanan secara rutin. Coba buat daftar kebutuhan pokokmu, seperti:
Dengan mengevaluasi pengeluaran di bulan sebelumnya, kamu bisa memperkirakan total biaya kebutuhan pokok ini. Hasilnya, kamu jadi jauh lebih terencana dalam menggunakan uang di bulan berikutnya.
Jika kamu anak kos, cobalah untuk memasak makanan sendiri dan membawa bekal ke kampus. Membeli bahan mentah untuk dimasak ternyata jauh lebih murah dibandingkan jajan atau delivery makanan setiap hari. Ada banyak resep simpel dengan sedikit bahan yang bahkan bisa kamu masak hanya dengan menggunakan rice cooker! Jangan lupa juga bawa botol minum sendiri untuk memangkas pengeluaran air mineral.
Mencegah lebih baik daripada mengobati! Tentunya, jauh lebih murah juga. Cara menghemat uang yang satu ini sering sekali diabaikan, terutama oleh mahasiswa kedokteran yang sering begadang mengerjakan laporan dan makan tidak teratur.
Kesehatan itu mahal harganya, terlebih kalau kamu sampai jatuh sakit, biaya berobat akan langsung menguras kantong. Di sela-sela kesibukan jadwal FK, jangan lupa untuk menyempatkan olahraga ringan dan minum vitamin, ya!
Itulah beberapa tips untuk menghemat uang selama menjadi mahasiswa kedokteran. Dengan sedikit disiplin dan strategi yang tepat, kamu bisa menyeimbangkan keuangan dan menghindari stres finansial di masa depan. Selamat mencoba dan semangat terus belajarnya!
Penulis Asli: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
Freeman, T., & Nasir, M. (2018). The Ultimate Guide to Surviving Medical School. CRC Press.
Wiseman, V., et al. (2010). Financial stress among medical students. Medical Education Journal.
Asosiasi Mahasiswa Kedokteran (AMSA) Indonesia. (2022). Tips Bertahan Hidup dan Finansial di Masa Preklinik.