zPernahkah Kamu melihat seseorang yang sedang mengalami serangan sesak napas akut kemudian dipasangkan masker yang mengeluarkan asap putih seperti kabut? Di kalangan masyarakat awam, terapi ini sering kali disebut dengan istilah "diuap". Namun, tahukah Kamu apa nama asli alat tersebut dan bagaimana cara kerjanya?
Perkenalkan, alat ini bernama Nebulizer. Sebagai mahasiswa kedokteran, calon tenaga kesehatan, atau bahkan masyarakat umum yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit pernapasan, mengetahui cara mengoperasikan nebulizer adalah keterampilan dasar yang sangat krusial.
Sebelum kita membahas cara pakainya, Medi mau meluruskan sedikit miskonsepsi medis nih. Meskipun sering disebut "nebulizer uap", secara klinis alat ini tidak menghasilkan uap panas (steam).
Nebulizer bekerja dengan cara memompa udara bertekanan tinggi (melalui kompresor) atau menggunakan getaran ultrasonik untuk memecah cairan obat menjadi partikel kabut yang sangat halus (aerosol). Partikel mikroskopis inilah yang kemudian dihirup oleh pasien agar obat (seperti bronkodilator, kortikosteroid, atau pengencer dahak) bisa langsung masuk menembus jauh ke dalam saluran pernapasan terkecil di paru-paru.
Terapi inhalasi menggunakan nebulizer sangat efektif untuk mengantarkan dosis obat yang lebih tinggi dengan reaksi yang lebih cepat dibandingkan obat minum (oral). Alat ini umumnya menjadi "penyelamat" bagi pasien bayi, anak-anak, lansia, atau pasien dalam kondisi gawat darurat yang kesulitan menggunakan inhaler biasa (seperti metered-dose inhaler / MDI).
Beberapa kondisi medis yang sering ditangani menggunakan nebulizer antara lain:
Agar tidak bingung saat merakitnya, Kamu harus tahu dulu 4 komponen utama pada alat nebulizer standar:
Saat jaga IGD saat masa koas atau saat merawat keluarga di rumah, berikut adalah Standard Operating Procedure (SOP) cara menggunakan nebulizer yang tepat:
Jangan pernah meninggalkan sisa cairan di dalam cangkir! Lingkungan yang lembap dan sisa cairan manis adalah tempat favorit bakteri untuk berkembang biak (yang bisa memicu infeksi paru baru). Setelah digunakan, segera lepas komponen wadah obat dan masker, cuci dengan air hangat dan sedikit sabun ringan, bilas bersih, lalu biarkan mengering di udara (air dry) sebelum disimpan.
Mengingat serangan sesak napas bisa terjadi kapan saja, memiliki nebulizer di rumah adalah sebuah keharusan bagi penderita gangguan pernapasan. Salah satu rekomendasi alat nebulizer kompresor kelas medis yang sering digunakan di rumah sakit maupun homecare adalah Omron Nebulizer NE-C28. Alat ini terkenal dengan daya tahannya yang kuat dan partikel aerosolnya yang sangat presisi.
Kamu bisa mendapatkan Omron Nebulizer NE-C28 original lengkap dengan garansi resmi di MEDTOOLS STORE. Nggak perlu repot, langsung aja Hubungi WhatsApp Medtools di sini untuk konsultasi ketersediaan barang dan dapatkan promo bebas ongkirnya sekarang juga!
Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini
Penulis Asli: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
Boe, J., Dennis, J. H., O'Driscoll, B. R., et al. (2001). European Respiratory Society Guidelines on the use of nebulizers. European Respiratory Journal, 18(1), 228-242.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Asma. Jakarta: Kemenkes RI.
Pritchard, J. N., Hatch, V. S., & Wiersema, K. J. (2018). The role of nebulizers in the delivery of inhaled therapy. Respiratory Medicine, 134, 1-10.
World Health Organization (WHO). (2020). Oxygen Therapy and Inhalation Therapy in the Management of Respiratory Conditions.