Cara Menggunakan Mitela untuk Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD)
Andika Chris Ardiansyah
13 March 2026
OSCE Preparation
Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) merupakan tindakan penanganan awal yang sangat krusial. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan nyawa korban, mencegah kecacatan, dan menstabilkan kondisi sebelum pasien mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dari dokter di fasilitas kesehatan.
Untuk melakukan pertolongan pertama, kamu membutuhkan berbagai macam teknik dan alat yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Salah satu contoh kasus yang sering ditemui adalah trauma muskuloskeletal seperti patah tulang lengan. Pada kasus ini, kamu wajib menggunakan mitela (kain segitiga) untuk menahan tangan pada posisi anatomis yang benar.
Lalu, apa saja kasus lain yang bisa ditangani dengan mitela dan bagaimana cara pakainya? Yuk, Medi bahas tuntas di artikel ini!
Apa itu Mitela dan Apa Saja Manfaatnya?
Mitela merupakan kain berbentuk segitiga yang wajib ada di dalam tas medis atau kotak P3K. Para dokter dan tenaga medis menggunakannya sebagai penyangga, pembalut, atau penahan bagian tubuh agar tidak bergeser dari posisi seharusnya.
Umumnya, mitela terbuat dari bahan kain katun, non-woven, atau kain blacu dengan ukuran panjang alas berkisar 50โ100 cm dan panjang sisi miring masing-masing 75 cm (dapat disesuaikan dengan ukuran tubuh pasien).
Mitela gawat darurat ini sangat multifungsi dan bisa digunakan untuk:
Menopang cedera di lengan bawah atau tangan (Arm Sling).
Menopang patah tulang rusuk atau tulang selangka (klavikula).
Mengamankan bidai/belat pada kasus kaki yang patah agar cedera tidak semakin parah.
Elevasi (mengangkat) cedera lengan atau jari untuk mengurangi pembengkakan.
Perban penutup untuk menangani luka robek/cedera di kepala.
Perban fiksasi untuk pergelangan kaki yang terkilir (sprain).
Menopang cedera bahu maupun pinggul.
Membungkus luka bakar ringan di area tangan.
Menahan posisi rahang yang cedera atau bergeser.
Melindungi cedera mata dari paparan luar.
Bantalan tekan untuk meminimalkan perdarahan masif.
Cara Menggunakan Mitela Berdasarkan Jenis Kasus
Penggunaan mitela harus disesuaikan dengan letak anatomi cedera pasien. Berikut adalah beberapa contoh teknik pembalutan menggunakan mitela pada kasus-kasus tertentu:
1. Menutup Luka pada Atap Tengkorak (Kepala)
Posisikan pasien dalam kondisi duduk atau berbaring yang nyaman.
Letakkan alas mitela (sisi paling panjang) di dahi pasien, tepat di atas alis.
Tarik ujung kain segitiga (puncak mitela) ke arah belakang kepala hingga menjuntai ke leher belakang.
Pegang kedua ujung alas mitela di dahi, lalu tarik perlahan ke arah belakang kepala melewati atas telinga.
Silangkan kedua ujung tersebut di belakang kepala (menimpa puncak mitela), lalu bawa kembali ke arah dahi.
Buat simpul mati di bagian dahi.
Tarik sisa puncak mitela di belakang leher agar perban di kepala mengencang, lalu selipkan sisanya dengan rapi.
2. Menopang Lengan yang Patah/Cedera (Arm Sling)
Pastikan lengan pasien yang cedera disangga perlahan dengan posisi siku menekuk 90 derajat di depan dada.
Selipkan salah satu ujung mitela di bawah lengan yang cedera, dan bawa ujung tersebut ke arah belakang leher (sisi bahu yang tidak sakit).
Bawa ujung mitela yang satunya lagi ke atas bahu sisi lengan yang cedera.
Pertemukan kedua ujung mitela tersebut di belakang leher (agak menyamping agar simpul tidak menekan tulang belakang), lalu ikat menggunakan simpul mati/simpul datar.
Tarik puncak mitela yang berada di area siku ke arah depan, lipat, dan sematkan menggunakan peniti.
Penting: Pastikan ujung jari tangan pasien tetap terlihat untuk memantau sirkulasi darah (pucat/kebiruan atau tidak).
3. Menutup Luka di Dada
Posisikan puncak mitela di salah satu pundak pasien (sesuaikan dengan area yang terluka).
Rentangkan bagian alas mitela menutupi area dada yang cedera.
Tarik kedua ujung alas mitela melingkari dada menuju ke punggung belakang.
Ikat kedua ujung tersebut dengan sisa puncak mitela yang menjuntai dari pundak tadi.
Pastikan ikatan berada di sisi yang berlawanan dari area cedera agar tidak menekan luka.
Hal Penting yang Wajib Diperhatikan!
Sebelum kamu membalut pasien, pastikan kamu mengingat golden rules berikut ini:
Bersihkan Luka: Jika pasien memiliki luka terbuka, berikan desinfektan dan tutup dengan kasa steril terlebih dahulu sebelum dibalut menggunakan mitela.
Jaga Kebersihan: Pastikan mitela yang digunakan dalam kondisi bersih untuk mencegah infeksi sekunder.
Cek Sirkulasi: Ikatan mitela harus pas (mengamankan posisi tubuh), tetapi TIDAK BOLEH terlalu ketat hingga mengganggu peredaran darah. Selalu cek CRT (Capillary Refill Time) pada ujung jari pasien.
Kenyamanan: Pastikan simpul ikatan tidak menekan tulang yang menonjol atau area leher bagian belakang secara langsung.
Itu dia cara-cara menggunakan mitela gawat darurat. Teori ini wajib banget kamu praktikkan langsung bersama teman sejawat di rumah atau di kampus!
Belum punya alatnya? Tenang, kamu bisa dapetin Mitela PPGD berkualitas dan alat-alat gawat darurat lainnya langsung di @MEDTOOLS.ID.ย atau Hubunjgi Whatsapp MEDTOOLS di sini!
https://www.google.com/search?q=Ensiklopediapramuka.com. (2012, Oktober). PPPK: Teknik Pembalutan. Diakses dari https://www.ensiklopediapramuka.com/2012/10/pppk-teknik-pembalutan.html
Fitinline.com. (n.d.). 3 Manfaat Pembalut Mitela dan Rekomendasi Bahan untuk Membuatnya. Diakses dari https://fitinline.com/article/read/3-manfaat-pembalut-mitela-dan-rekomendasi-bahan-untuk-membuatnya/