Tips n Trick Maba FK

Cara Mudah Menghitung Tetesan Infus (TPM) untuk Mahasiswa FK!

Cara Mudah Menghitung Tetesan Infus (TPM) untuk Mahasiswa FK!

Siapa di sini yang pencinta drama Korea bertema kedokteran seperti Dr. Romantic, Ghost Doctor, atau Doctor Stranger? Di drakor tersebut, pasti kamu sering melihat adegan para dokter atau perawat dengan sigap memberikan cairan infus kepada pasien.

Kalau kita flashback lagi ke masa preklinik, kita sudah belajar tentang teori injeksi intravena dan praktik memasang infus pada pasien (biasanya menggunakan mannequin). Nah, selain teknik insersinya, sebagai calon dokter kamu juga diwajibkan untuk mahir menghitung tetesan infus dengan cepat dan akurat.

Review Singkat: Injeksi Intravena (IV)

IV (intravena) merupakan metode pemberian obat atau cairan langsung ke dalam pembuluh darah vena. Tujuannya adalah untuk mendistribusikan cairan rehidrasi, nutrisi, atau obat secara langsung dan cepat ke dalam sirkulasi sistemik tubuh.

Dalam praktiknya, set tetesan infus terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Makro Drip dan Mikro Drip. Apa bedanya? Mari kita bahas!

 

 

Perbedaan Makro Drip dan Mikro Drip

Karakteristik Set Makro Drip

  • Target Pasien: Dewasa
  • Tujuan: Pemenuhan cairan dalam jumlah besar dan cepat.
  • Faktor Tetes (Standar): 15 atau 20 tetes/ml

Karakteristik Set Mikro Drip

  • Target Pasien: Anak-anak / Bayi (Pediatrik)
  • Tujuan: Pemberian cairan dalam jumlah kecil dan terkontrol presisi.
  • Faktor Tetes (Standar): 60 tetes/ml

Catatan Klinis: Nilai faktor tetes makro bisa 15 atau 20, tergantung dari merek set infus yang digunakan di rumah sakit (selalu cek kemasan). Sedangkan untuk mikro drip, standarnya selalu 60 tetes/ml.

 

Rumus Menghitung Tetesan Per Menit (TPM)

Cara menghitung tetesan infus menggunakan rumus baku berikut:

TPM = (Kebutuhan Cairan (ml) x Faktor Tetes) / (Lama Pemberian (jam) x 60 menit)

Mari kita aplikasikan rumus tersebut ke dalam contoh kasus untuk Makro dan Mikro Drip!

1. Tetesan Infus Makro Drip

Set infus Makro Drip sering digunakan untuk pasien dewasa karena debit cairan yang dikeluarkan jauh lebih besar.

Contoh Kasus 1 (Faktor Tetes 20)

Di IGD, dokter menginstruksikan untuk memberikan cairan RL sebanyak 500 ml dalam waktu 1 jam menggunakan set infus makro (faktor tetes = 20 tetes/ml). Berapa TPM-nya?

Perhitungan: (500 x 20) / (1 x 60) = 10.000 / 60

Hasil: 166,7 tetes/menit (bisa dibulatkan menjadi 167 tetes/menit).

 

Contoh Kasus 2 (Faktor Tetes 15)

Pasien A akan diberikan cairan NaCl 0,9% sebanyak 250 cc (ml) dalam waktu 2 jam. Diketahui faktor tetes infusan adalah 15 tetes/ml. Berapa TPM-nya?

Perhitungan: (250 x 15) / (2 x 60) = 3.750 / 120

Hasil: 31,25 tetes/menit (bisa dibulatkan menjadi 31 tetes/menit).

 

2. Tetesan Infus Mikro Drip

Set infus Mikro Drip sering digunakan untuk pasien anak-anak karena debit cairan yang dikeluarkan 3x lebih sedikit dan lebih presisi dibandingkan set makro. Faktor tetes bakunya adalah 60 tetes/ml.

Contoh Kasus 1

Pasien B (anak) akan diberikan cairan NaCl 0,9% sebanyak 250 cc dalam 10 jam. Diketahui faktor tetes infusan adalah 60 tetes/ml. Jumlah tetesan per menitnya adalah?

Perhitungan: (250 x 60) / (10 x 60) = 15.000 / 600

Hasil: 25 tetes/menit.

 

Contoh Kasus 2

Seorang pasien anak datang ke IGD. Setelah diperiksa, dokter menginstruksikan pemberian NaCl sebanyak 500 ml dalam waktu 2 jam menggunakan infus set mikro. Berapa TPM-nya?

Perhitungan: (500 x 60) / (2 x 60) = 30.000 / 120

Hasil: 250 tetes/menit.

 

 

Kesimpulan!

Gimana, mudah kan? Sebenarnya kalau kamu perhatikan, rumus untuk tetesan infus makro drip dan mikro drip itu sama persis. Perbedaannya hanya pada nilai faktor tetesannya saja (biasanya 20 untuk dewasa, dan 60 untuk anak-anak).

Kuasai rumus ini agar kamu tidak panik saat diinstruksikan menghitung cairan saat jaga di IGD nanti! Jika kamu suka dengan konten edukasi medis seperti ini, jangan lupa bagikan ke teman sejawatmu ya! Check This For More di @MEDTOOLS.CARE. atau Hubungi Whatsapp MEDTOOSL di sini!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

Peninjau: dr. Stellon Salim

 

 

Daftar Pustaka:

Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., & Hall, A. M. Fundamentals of Nursing. 9th Edition. Elsevier. 2017.

Berman, A., Snyder, S. J., & Frandsen, G. Kozier & Erb's Fundamentals of Nursing: Concepts, Process, and Practice. 10th Edition. Pearson. 2015.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Standar Prosedur Operasional Keperawatan. 2012.

 

 

 

 

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!