Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas tuntas mengenai medical starter kit dan jenis-jenis ujung jarum yang digunakan untuk pembedahan. Kali ini, kita akan membahas ujung tombak sesungguhnya dalam latihan hecting (penjahitan luka), yaitu benang jahit bedah atau surgical suture.
Di ruang operasi maupun instalasi gawat darurat, benang jahit memiliki peran yang sangat krusial. Fungsinya bukan hanya untuk merapatkan kembali tepi kulit yang robek, tetapi juga untuk melakukan ligasi (mengikat) pembuluh darah yang pecah guna menghentikan perdarahan, serta menyatukan kembali organ dalam setelah prosedur pembedahan selesai.
Memilih jenis benang yang tepat sangatlah penting. Penggunaan benang yang salah pada jaringan tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi hebat, infeksi luka operasi (ILO), hingga membuat luka kembali menganga (dehiscence). Agar Kamu tidak salah sebut saat ujian OSCE Bedah Minor, mari kita bedah klasifikasi benang jahit medis ke dalam tiga kategori utama!
1. Berdasarkan Kemampuan Penyerapan oleh Tubuh (Absorbability)
Klasifikasi paling dasar yang wajib Kamu hafal di luar kepala adalah apakah benang tersebut bisa menyatu dengan tubuh pasien atau harus dicabut kembali.
Benang Absorbable (Dapat Diserap)
Benang jenis ini sering disebut oleh masyarakat awam sebagai "benang jadi daging". Benang absorbable dirancang untuk diserap dan dihancurkan oleh tubuh secara bertahap seiring dengan menyatunya jaringan yang terluka. Proses penghancurannya bisa melalui degradasi enzim alami tubuh atau melalui proses hidrolisis (pemecahan oleh cairan tubuh).
Kamu wajib menggunakan benang ini untuk menjahit organ yang berada di dalam tubuh, seperti mukosa usus, otot, rahim, dan lapisan lemak subkutan di bawah kulit. Tujuannya sangat logis: agar pasien tidak perlu menjalani operasi kedua hanya untuk mengangkat benang jahit di dalam perutnya. Contoh benang ini adalah Catgut (Plain dan Chromic), PGA, dan Vicryl.
Sebaliknya, benang non-absorbable tidak akan bisa diurai oleh enzim atau cairan tubuh. Kekuatan tarik benang ini akan bertahan selamanya. Benang jenis ini utamanya digunakan untuk menjahit jaringan terluar yaitu kulit epidermis. Karena berada di luar, benang ini wajib dicabut atau diangkat (biasanya pada hari ke-7 hingga ke-14) setelah kulit pasien menyatu.
Selain pada kulit, benang ini juga digunakan di dalam tubuh untuk jaringan yang membutuhkan penyokong permanen dan tingkat kesembuhannya sangat lambat, seperti pada penjahitan katup jantung atau perbaikan urat tendon. Contoh yang paling sering Kamu temui adalah Silk (sutra), Nylon, dan Prolene.
2. Berdasarkan Struktur Untaian Benangnya (Filament Type)
Kategori kedua menilai bentuk fisik dari benang tersebut, yang akan sangat memengaruhi seberapa mudah benang itu menembus kulit dan seberapa kuat simpul yang Kamu buat.
Benang Monofilamen (Utas Tunggal) (H3)
Sesuai namanya, benang ini hanya terdiri dari satu helai utuh, sangat mirip dengan senar pancing transparan. Karena permukaannya sangat rata dan licin, benang monofilamen sangat mudah ditarik menembus jaringan tanpa menimbulkan banyak gesekan (trauma minimal). Keunggulan terbesarnya adalah tidak adanya celah mikro di tubuh benang, sehingga bakteri sangat sulit bersarang, membuat risiko infeksinya sangat rendah.
Namun, karena bentuknya licin dan kaku (memiliki memory tinggi), membuat simpul mati pada benang ini sedikit lebih menantang karena simpulnya mudah melonggar jika tidak dikunci dengan teknik yang benar. Contohnya: Nylon dan Prolene.
Benang Multifilamen (Utas Ganda / Dianyam)
Benang ini tersusun dari banyak serat benang kecil yang dikepang atau dianyam menjadi satu kesatuan, persis seperti tambang kapal. Anyaman ini membuat benang multifilamen menjadi sangat kuat, lentur, lembut, dan sangat mudah untuk disimpul. Saat Kamu membuat surgeon's knot, simpulnya akan saling mengunci dengan sangat erat.
Namun, anyaman ini menciptakan celah kapiler mikroskopis di sepanjang benang. Celah ini bisa menjadi tempat persembunyian sempurna bagi bakteri dan menyerap cairan darah seperti spons (efek kapilaritas). Oleh karena itu, benang ini sangat dilarang digunakan pada luka yang kotor atau terinfeksi. Contohnya: Silk dan Vicryl.
3. Berdasarkan Bahan Baku Pembuatannya (Material Origin)
Klasifikasi terakhir adalah dari mana material penyusun benang tersebut berasal. Material benang akan menentukan seberapa besar reaksi peradangan yang ditimbulkan pada jaringan tubuh pasien.
Bahan Alami (Natural)
Benang alami terbuat dari protein hewan atau tumbuhan. Contoh utamanya adalah Surgical Catgut yang diekstrak dari lapisan submukosa usus domba atau serosa sapi, dan Surgical Silk yang terbuat dari kepompong ulat sutra. Karena terbuat dari protein asing, sistem imun tubuh manusia akan meresponsnya sebagai benda asing, sehingga memicu reaksi peradangan lokal yang lebih besar dibandingkan bahan sintetis.
Bahan Sintetis (Buatan)
Benang sintetis terbuat dari rekayasa polimer buatan manusia di laboratorium. Karena materialnya tidak mengandung protein organik kompleks, tubuh manusia sangat menoleransi benang ini dan hanya memberikan reaksi peradangan yang sangat minimal. Kecepatan penyerapannya juga sangat mudah diprediksi. Contoh bahan sintetis adalah Polyamide (Nylon), Polypropylene (Prolene), dan Polyglycolic Acid (PGA).
Lengkapi Senjata Latihan Bedahmu Sekarang!
Memahami perbedaan antara Catgut dan Silk adalah syarat mutlak untuk lulus ujian OSCE bedah. Di bangku perkuliahan, Kamu sangat dianjurkan untuk berlatih membuat simpul dan menjahit pada suture pad (kulit silikon) menggunakan benang jenis Silk (sutra) dengan jarum cutting untuk simulasi menjahit kulit luar, serta menggunakan Catgut dengan jarum taper untuk simulasi menjahit otot dalam.
Jangan biarkan dirimu kebingungan membedakan benang saat ujian sudah di depan mata. Agar Kamu bisa mengenali tekstur berbagai macam benang dan terus melatih kelenturan jarimu, Medtools menyediakan set perlengkapan latihan hecting paling lengkap. Mulai dari suture pad yang anatomis hingga berbagai seri benang jahit atraumatik original ada di sini. Segera amankan peralatan tempurmu, langsung aja cek paket premium surgical kit di bawah ini untuk segera mendapatkan peralatan bedah minormu!
![Medtools Surgical Training Kit [ Paket Hecting Set / Suture Kit / Latihan Jahit Luka / Suture Pad ]](https://asset-medtools.my.id/public/img/product/6/1767922457_1.webp)
Kesimpulan
Memilih benang jahit bedah bukan sekadar mengambil barang yang ada di depan mata, melainkan seni medis yang memadukan pengetahuan biologi jaringan dan sifat material mekanis. Gunakanlah benang non-absorbable monofilamen seperti nilon untuk kulit terluar agar infeksi tertekan, dan pilihlah benang absorbable sintesis untuk menyatukan jaringan di dalam perut. Teruslah berlatih mengenali karakter setiap benang dengan merajut luka pada media silikon di rumah. Semangat mengasah keterampilan bedahmu, Kamu pasti akan menjadi dokter yang kompeten!
Penulis Asli: dr. Stellon Salim
Daftar Pustaka
Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL. Sabiston Textbook of Surgery: The Biological Basis of Modern Surgical Practice. 21st ed. Philadelphia: Elsevier; 2021.
Brunicardi FC, Andersen DK, Billiar TR, Dunn DL, Hunter JG, Matthews JB, et al. Schwartz's Principles of Surgery. 11th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2019.
Ethicon Wound Closure Manual. Somerville, NJ: Ethicon, Inc.; 2012.