Alat Kesehatan

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Membeli Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Membeli Hearing Aid (Alat Bantu Dengar)

Hearing Aid atau alat bantu dengar adalah perangkat elektronik yang dirancang untuk membantu orang dengan masalah pendengaran agar dapat berkomunikasi kembali dengan jelas. Alat ini bekerja dengan menangkap suara, memperkuat volumenya, lalu mengirimkannya ke saluran telinga.

Sebelum memutuskan untuk membeli, Kamu wajib mengetahui derajat gangguan pendengaran yang dialami agar sesuai dengan spesifikasi alat. Berikut adalah panduan lengkapnya:

1. Pahami Derajat Gangguan Pendengaran Kamu

Jangan asal pilih, karena setiap alat memiliki batas output suara yang berbeda. Berikut adalah klasifikasi derajat pendengaran (dalam desibel/dB):

  • Gangguan Ringan (26–40 dB): Masih bisa mendengar percakapan jarak 1 meter di tempat sepi, namun mulai kesulitan mendengar bisikan atau suara di tempat ramai.
  • Gangguan Sedang (41–60 dB): Kesulitan mendengar percakapan normal meski di tempat sepi. Kamu butuh hearing aid dengan output yang mampu mengompensasi rentang ini.
  • Gangguan Berat (61–90 dB): Tidak dapat mendengar percakapan normal sama sekali. Hanya bisa mendengar suara yang sangat keras seperti teriakan atau tepuk tangan.
  • Gangguan Sangat Berat (>91 dB): Penderita biasanya membutuhkan bantuan bahasa isyarat. Penggunaan hearing aid pada tahap ini wajib dikonsultasikan secara mendalam dengan dokter THT.

2. Pilih Jenis Hearing Aid yang Sesuai Gaya Hidup

Ada berbagai model alat bantu dengar yang bisa Kamu sesuaikan dengan kenyamanan dan estetika:

  • BTE (Behind-The-Ear): Alat diletakkan di belakang telinga, dihubungkan dengan selang ke liang telinga. Cocok untuk semua umur dan semua tingkat gangguan.
  • ITE (In-The-Ear): Seluruh komponen berada di dalam daun telinga. Lebih ringkas namun tetap terlihat.
  • ITC (In-The-Canal) & CIC (Completely-In-Canal): Berukuran sangat kecil dan masuk ke dalam liang telinga sehingga hampir tidak terlihat.
  • RIC (Receiver-In-Canal): Mirip BTE, namun bagian penerima suaranya berada langsung di dalam saluran telinga untuk kualitas suara yang lebih natural.

3. Terapkan Langkah Pembelian yang Benar

Agar tidak salah investasi, pastikan Kamu melakukan langkah-langkah berikut:

  • Wajib Konsultasi Dokter THT: Langkah paling utama adalah melakukan tes audiometri. Dokter akan memberikan diagnosa akurat mengenai tingkat ketulian Kamu.
  • Cek Fitur Teknologi: Pertimbangkan fitur tambahan seperti Noise Reduction (pengurang bising) atau konektivitas Bluetooth untuk telepon dan musik.
  • Kenyamanan & Baterai: Pastikan ukuran earplug nyaman di telinga Kamu. Pertimbangkan juga model rechargeable (isi ulang) agar lebih praktis daripada mengganti baterai kancing setiap minggu.
  • Garansi Resmi: Pastikan alat memiliki garansi untuk menjamin layanan purnajual jika terjadi kerusakan teknis.

 

Kesimpulan

Membeli Hearing Aid bukan hanya soal harga, tapi soal kecocokan frekuensi dan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Pastikan Kamu sudah mengantongi hasil pemeriksaan dokter sebelum memilih model yang diinginkan.

Jika pilihan Kamu sudah matang dan ingin mencari alat bantu dengar berkualitas dengan berbagai tipe, Kamu bisa mengunjungi @MEDTOOLS.CARE atau klik link di bawah ini untuk mendapatkan produk original!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka

Bickley, L. S., Szilagyi, P. G., & Hoffman, R. M. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (13th ed.). Wolters Kluwer.

Hall, J. E., & Hall, M. E. (2020). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Paulsen, F., & Waschke, J. (2018). Sobotta Atlas of Human Anatomy (16th ed.). Elsevier.

World Health Organization. (2021). World Report on Hearing. WHO Press.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!