Dalam dunia operasional klinik atau rumah sakit, tim procurement sering kali dihadapkan pada dilema klasik: memilih harga termurah atau spesifikasi terbaik. Namun, ada satu aspek krusial yang sering terlewatkan oleh Bro Sis saat menyeleksi vendor, yaitu legalitas distributornya. Tanpa legalitas yang tepat, proses pengadaan yang awalnya terlihat menguntungkan bisa berubah menjadi risiko besar di kemudian hari, mulai dari masalah saat audit, sengketa vendor, hingga kendala penelusuran produk (traceability).
Oleh karena itu, memastikan distributor memiliki IDAK (Izin Distribusi Alat Kesehatan) adalah langkah mitigasi risiko paling mendasar agar pengadaan di klinik Bro Sis lebih aman, profesional, dan akuntabel.
Apa Itu IDAK dan Kenapa Klinik Perlu Paham?
Secara sederhana, IDAK adalah izin resmi yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan (Kementerian Kesehatan) kepada perusahaan penyalur alat kesehatan. Izin ini menjamin bahwa perusahaan tersebut telah memenuhi standar Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB).
Artinya, perusahaan yang memegang sertifikasi IDAK bukan hanya sekadar “penjual”, tetapi entitas yang dinilai kompeten dan sah secara hukum untuk mengedarkan alat medis di Indonesia. Bagi Bro Sis yang mengelola pengadaan klinik, IDAK jangan hanya dianggap sebagai tumpukan dokumen administrasi belaka. IDAK adalah filter pertama dan terpenting untuk memvalidasi kredibilitas supplier.
Hal ini menjadi sangat vital ketika klinik Bro Sis mulai melakukan scale-up. Semakin besar klinik, semakin kompleks kerja sama dengan vendor, dan tentunya frekuensi audit atau akreditasi akan semakin sering. Di sinilah peran IDAK sebagai jaminan keamanan bermain.
Risiko Fatal Pengadaan Tanpa Distributor Resmi
Membeli alat kesehatan dari pihak yang tidak memiliki izin distribusi (non-IDAK) ibarat membeli kendaraan tanpa surat-surat resmi. Mungkin barangnya bisa dipakai, tapi risikonya mengintai setiap saat. Berikut adalah beberapa kendala nyata yang mungkin dihadapi:
- Dokumen Lemah Saat Audit: Ketika ada audit eksternal (misalnya untuk akreditasi klinik atau pemeriksaan dinas kesehatan), bukti pembelian dari vendor non-IDAK sering kali tidak diakui validitasnya, yang bisa menghambat proses akreditasi.
- Risiko Traceability (Penelusuran Produk): Jika terjadi recall produk dari pabrikan atau komplain mutu, distributor tanpa IDAK sering kali tidak memiliki sistem penelusuran yang jelas. Akibatnya, klinik akan kesulitan melakukan klaim garansi atau pertanggungjawaban produk.
- Reputasi Klinik Dipertaruhkan: Menggunakan alat dari sumber yang tidak jelas legalitasnya berpotensi mencederai kepercayaan pasien jika terjadi malfungsi alat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Masalah-masalah ini sering kali tidak terasa di awal pembelian (“yang penting murah”), namun akan menjadi “bom waktu” saat klinik Bro Sis membutuhkan validasi administrasi yang ketat.
Keuntungan Bekerja Sama dengan Distributor Ber-IDAK
Sebaliknya, jika Bro Sis sejak awal menetapkan standar bahwa vendor wajib memiliki IDAK, proses operasional akan jauh lebih tenang. Berikut manfaat utamanya:
- Legalitas Terjamin: Supplier memiliki dasar hukum yang kuat untuk menyalurkan barang, sehingga klinik terbebas dari isu barang ilegal atau black market.
- Administrasi Rapi untuk Akreditasi: Dokumen transaksi dari distributor resmi biasanya lengkap dan sesuai standar, mempermudah tim manajemen saat menyusun laporan untuk akreditasi atau audit tahunan.
- Manajemen Risiko yang Lebih Baik: Kesiapan menghadapi inspeksi mendadak atau evaluasi vendor menjadi lebih tinggi karena semua jalur distribusi bisa dipertanggungjawabkan.
Ingat Bro Sis, dalam bisnis kesehatan, mencegah masalah legalitas jauh lebih hemat biaya dan tenaga daripada harus membereskan masalah sengketa di kemudian hari.
Hubungi kami via WhatsApp di sini: Klik untuk Diskusi Pengadaan Institusi
Medtools.id : Partner Distribusi Resmi dan Terpercaya
Medtools memahami bahwa pengadaan alat kesehatan bukan sekadar transaksi jual-beli, melainkan sebuah proses pemenuhan standar pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, Medtools telah mengantongi sertifikasi IDAK resmi.
Ini berarti Medtools siap menjadi mitra strategis bagi klinik, rumah sakit, maupun vendor lain yang membutuhkan jalur distribusi resmi. Kami memastikan setiap produk yang keluar dari gudang kami memiliki kejelasan asal-usul, kualitas yang terjaga, dan dokumen pendukung yang lengkap.
Dengan bermitra bersama distributor yang legal, Bro Sis bisa mengalihkan fokus energi untuk meningkatkan pelayanan pasien, tanpa perlu was-was memikirkan urusan kepatuhan vendor dan administrasi yang rumit.

Konsultasi Pengadaan untuk Institusi. Apakah Bro Sis sedang menyusun sistem pengadaan baru, butuh supplier rutin dengan dokumen legal lengkap, atau ingin konsultasi terkait kebutuhan alat medis untuk akreditasi?
Jangan ragu untuk berdiskusi dengan tim External Affairs Medtools. Kami siap membantu menyediakan solusi pengadaan yang efisien dan sesuai regulasi.
Hubungi kami via WhatsApp di sini: Klik untuk Diskusi Pengadaan Institusi
Daftar Pustaka:
- Naramedic. Izin Distribusi Alat Kesehatan IDAK, SDAK, dan IPAK – Ulasan Lengkap. 2024 [cited 2025 Dec 24].
- Kementerian Kesehatan RI. Modul Pedoman Perizinan Alat Kesehatan (Portal Sertifikasi Alkes). [cited 2025 Dec 24].
- Kontrak Hukum. Sertifikasi Keamanan untuk Alat Kesehatan. 2025 [cited 2025 Dec 24].

0 Comments