Andika Chris Ardiansyah
12 March 2026
Perlengkapan Kedokteran
Antropometri merupakan cabang ilmu yang mempelajari pengukuran dimensi fisik manusia, seperti tinggi badan, berat badan, lingkar tubuh, ketebalan lipatan kulit, hingga proporsi tubuh lainnya. Di masa preklinik nanti, Kamu akan mendalami materi ini, biasanya pada blok pertumbuhan dan perkembangan di semester 3 atau 5.
Tujuan Melakukan Antropometri
Sebagai calon tenaga medis, Kamu harus tahu bahwa tujuan utama pemeriksaan antropometri adalah untuk menilai status gizi, mendiagnosis obesitas, memantau pertumbuhan anak, hingga mengevaluasi efektivitas perawatan medis.
Pada pasien anak, antropometri kit menjadi instrumen krusial dalam deteksi dini stunting. Agar hasilnya valid, alat yang digunakan harus berstandar Kemenkes dan mengacu pada Permenkes No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
Berikut adalah alat-alat dalam antropometri kit yang akan sering Kamu gunakan:
Alat-Alat Utama dalam Antropometri Kit
Microtoise (Alat Pengukur Tinggi Badan): Alat ini digunakan untuk mengukur tinggi badan orang dewasa atau anak yang sudah bisa berdiri tegak. Microtoise biasanya dipasang permanen pada tembok rata, namun ada juga versi portabel yang mudah dibawa ke mana saja.
Infantometer (Alat Ukur Panjang Badan): Khusus untuk neonatus atau bayi yang belum bisa berdiri, Kamu memerlukan infantometer. Bentuknya menyerupai papan lurus dengan pembatas kepala dan kaki yang dapat digeser untuk mendapatkan angka panjang badan yang presisi.
Pita Metlin (Alat Ukur Lingkar): Meskipun sederhana, pita ini sangat fungsional. Pada bayi, Metlin digunakan untuk mengukur Lingkar Kepala (LiKa) sebagai indikator perkembangan otak. Pada dewasa, alat ini sering digunakan untuk mengukur lingkar perut guna menilai risiko sindrom metabolik.
Caliper (Kaliper Lipatan Kulit): Alat ini digunakan untuk mengukur ketebalan lipatan kulit (skinfold thickness). Dengan menjepitkan kaliper pada titik-titik tertentu (seperti trisep atau subskapula), Kamu bisa memperkirakan persentase lemak tubuh pasien secara klinis.
Kesimpulan
Itu dia 4 alat dasar dalam antropometri kit yang wajib Kamu kuasai teknik penggunaannya. Pastikan Kamu mempelajari teori dasarnya dengan baik agar saat berhadapan dengan pasien nanti, data yang Kamu ambil benar-benar akurat. Bagikan artikel ini agar teman-teman Kamu juga tahu alat apa saja yang harus dipersiapkan!
Lagi cari Antropometri Kit dengan standar medis yang terpercaya? Kamu bisa cek koleksi lengkapnya di website medtools.store atau klik link di bawah ini. Harganya jauh lebih bersahabat buat kantong mahasiswa dibandingkan tempat lain!
Hall, J. E., & Hall, M. E. (2020). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Kemenkes RI.
Paulsen, F., & Waschke, J. (2018). Sobotta Atlas of Human Anatomy (16th ed.). Elsevier.
Rodwell, V. W., Bender, D. A., Botham, K. M., Kennelly, P. J., & Weil, P. A. (2018). Harper's Illustrated Biochemistry (31st ed.). McGraw-Hill Education.
World Health Organization. (2021). WHO Child Growth Standards: Training Course