Perlengkapan Kedokteran

Jenis jenis spuit dan kegunaannya

Jenis jenis spuit dan kegunaannya
Spuit atau alat suntik merupakan instrumen medis yang digunakan untuk memasukkan cairan ke dalam tubuh atau mengambil sampel cairan. Saat masa preklinik nanti, Kamu akan belajar berbagai teknik injeksi, seperti Intramuskular (IM), Intradermal (ID), Subkutan (SC), dan Intravena (IV).
Setiap teknik injeksi tersebut membutuhkan jenis dan ukuran spuit yang berbeda-beda. Memahami anatomi spuit yang terdiri dari plunger, barrel, dan needle sangat penting agar Kamu tidak salah dalam melakukan prosedur medis.
Berikut adalah jenis-jenis spuit yang wajib Kamu ketahui:
1. Spuit Berdasarkan Mekanisme Fungsinya 
  • Spuit Auto-Disposable (AD):
Spuit ini dirancang hanya untuk sekali pakai (disposable single-use). Sangat dilarang untuk digunakan kembali karena memiliki risiko infeksi silang yang tinggi.
  • Spuit Prefilled Auto Disable (AD):
Mirip dengan spuit AD, namun jenis ini memiliki mekanisme otomatis yang mengunci plunger setelah digunakan satu kali, sehingga secara fisik tidak mungkin bisa digunakan kembali. Biasanya digunakan untuk program imunisasi massal.
  • Spuit Socorex:
Berbeda dengan tipe disposable, spuit Socorex merupakan alat suntik modern yang terbuat dari bahan yang kuat dan dapat disterilkan untuk digunakan berulang kali. Sering digunakan pada tindakan medis tertentu yang memerlukan presisi tinggi dan volume berulang.

 

2. Spuit Berdasarkan Kapasitas dan Ukuran Jarum (Gauge) 
Ukuran jarum suntik dinyatakan dalam satuan Gauge (G). Semakin besar angka G-nya, maka semakin kecil diameter jarumnya.

 

- Spuit 1 cc (Ukuran Jarum: 25 G – 27 G)
Kegunaan Utama: Injeksi Subkutan (misal: Insulin), tes Mantoux (Intradermal), atau vaksinasi.

 

- Spuit 3 cc (Ukuran Jarum: 21 G – 23 G)
Kegunaan Utama: Paling sering digunakan untuk injeksi Intramuskular (IM) atau Intravena (IV) pada dewasa.

 

- Spuit 5 cc (Ukuran Jarum: 21 G – 23 G)
Kegunaan Utama: Pemberian obat Intramuskular atau Intravena dengan volume cairan yang lebih banyak.
- Spuit 10 cc (Ukuran Jarum: 18 G – 21 G)
Kegunaan Utama: Prosedur yang butuh aliran cepat, pengambilan darah dalam jumlah banyak, atau pencampuran obat (oplos).

 

Tips Koas: Jarum dengan diameter besar seperti 18 G biasanya digunakan untuk aspirasi cairan yang kental atau prosedur transfusi agar aliran cairan lebih lancar.

 

Kesimpulan (H2)
Memilih spuit yang tepat bukan hanya soal kenyamanan Kamu saat menyuntik, tapi juga soal kenyamanan dan keamanan pasien. Pastikan Kamu menggunakan spuit yang sesuai dengan dosis obat dan rute injeksi yang diminta.
Lagi cari stok spuit untuk latihan skill lab atau persiapan koas? Kamu bisa cek berbagai ukuran spuit lengkap di medtools.store! Klik link di bawah ini sekarang untuk dapetin diskon spesial buat Kamu calon dokter masa depan!

 

Penulis Asli: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka
Hall, J. E., & Hall, M. E. (2020). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.
Katzung, B. G., & Trevor, A. J. (2020). Basic & Clinical Pharmacology (15th ed.). McGraw-Hill Education.
Paulsen, F., & Waschke, J. (2018). Sobotta Atlas of Human Anatomy (16th ed.). Elsevier.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2020). Fundamentals of Nursing (10th ed.). Elsevier.
World Health Organization. (2019). WHO Guideline on the Use of Safety-Engineered Syringes for Intramuscular, Intradermal and Subcutaneous Injections in Health Care Settings. WHO Press.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!