Perlengkapan Kedokteran

Nama-nama & Fungsi Instrumen Bed

Nama-nama & Fungsi Instrumen Bed

 

Di dunia kedokteran, keterampilan melakukan Bedah Minor dan Hecting (penjahitan luka) adalah kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh setiap dokter umum. Tujuan utama dari hecting adalah untuk menyatukan kembali tepi luka secara anatomis, menghentikan perdarahan, mencegah infeksi, dan meminimalkan jaringan parut (estetika kosmetik).

Saat Kamu memasuki stase Ilmu Bedah di masa kepaniteraan klinik (koas), Kamu akan sering diminta menjadi asisten operasi. Di ruang operasi (OK) atau di ruang IGD, dokter konsulen bedah akan meminta instrumen dengan menyebutkan nama spesifiknya secara cepat. Mengingat alat bedah bentuknya mirip-mirip tapi fungsinya berbeda jauh, memberikan alat yang salah bisa berakibat fatal!

Agar Kamu tidak bingung atau freeze saat diminta mengambil alat, yuk kenalan dengan instrumen bedah dasar (Minor Set) berikut ini!

1. Scalpel (Pisau Bedah)

Scalpel adalah instrumen utama untuk membuat sayatan (insisi) pada jaringan. Alat ini terdiri dari dua bagian yang bisa dilepas-pasang: gagang (Handle/Bistouri) dan mata pisau (Blade/Mess). Mata pisau memiliki nomor yang menandakan bentuk dan fungsinya:

  • Mata Pisau Runcing (Pointed): Contohnya Blade nomor 11. Ujungnya sangat tajam bak mata panah, digunakan untuk insisi tusukan, seperti membuat jalan keluar nanah pada abses.
  • Mata Pisau Cembung (Bellied): Contohnya Blade nomor 10 (cembung besar untuk sayatan kulit panjang) atau nomor 15 (cembung kecil untuk sayatan presisi dan pendek).

2. Gunting Bedah (Surgical Scissors) (H2)

Di meja operasi, gunting tidak hanya satu macam. Menggunakan gunting yang salah bisa merusak jaringan atau menumpulkan alat.

Gunting Jaringan (Metzenbaum & Mayo): Digunakan murni untuk membedah/memotong jaringan tubuh. Metzenbaum untuk jaringan halus, sedangkan Mayo untuk jaringan tebal/fasia.

Gunting Benang (Suture Scissors/Littauer): Ujungnya didesain khusus untuk menggunting benang operasi setelah simpul jahitan dibuat. Jangan pernah memotong benang pakai gunting jaringan!

Gunting Perban (Bandage Scissors/Lister): Ujung bawahnya tumpul dan pipih agar bisa diselipkan di bawah perban tanpa melukai kulit pasien.

Gunting Episiotomi: Bentuknya menyudut khusus, digunakan dalam kebidanan untuk melebarkan jalan lahir (perineum) secara aman.

3. Pemegang Jarum (Needle Holder / Nald Voerder) (H2)

Ini adalah "bintang utama" saat proses hecting. Sekilas bentuknya mirip gunting atau klem, tetapi rahangnya lebih pendek, tebal, dan bagian dalamnya bertekstur kasar (biasanya ada celah memanjang). Fungsinya mutlak hanya satu: untuk menjepit jarum bedah (suture needle) dengan kuat agar tidak tergelincir saat menembus kulit yang alot.

4. Pinset (Surgical Forceps / Thumb Forceps) (H2)

Pinset digunakan oleh tangan non-dominan Kamu (biasanya tangan kiri) untuk memegang, menarik, atau menstabilkan jaringan saat tangan kanan memegang Needle Holder.

Pinset Sirurgis (Chirurgis/Toothed): Memiliki "gigi" kecil di ujungnya. Fungsinya untuk menjepit jaringan yang keras dan licin seperti kulit atau fasia agar genggaman tidak lepas.

Pinset Anatomis (Non-toothed): Ujungnya rata dengan garis-garis halus, tanpa gigi. Digunakan untuk memegang jaringan yang sangat rapuh dan mudah robek, seperti usus, pembuluh darah, atau mukosa bibir.

5. Klem (Hemostatic Forceps / Clamp) (H2)

Klem memiliki mekanisme pengunci (ratchet) pada gagangnya.

Klem Arteri (Pean/Mosquito): Berfungsi menghentikan perdarahan (hemostasis) dengan cara menjepit ujung pembuluh darah yang terpotong sebelum diikat. Ujungnya bisa lurus (straight) atau bengkok (curved).

Doek Klem (Towel Clamp): Ujungnya sangat runcing dan melengkung tajam. Fungsinya bukan untuk menjepit organ, melainkan untuk menjepit kain steril (duk) agar tetap diam di tempatnya dan membatasi area operasi.

6. Korentang (Sponge Holding Forceps) (H2)

Ini adalah tang panjang yang ujungnya berbentuk oval dan berlubang. Fungsinya adalah untuk menjepit kassa steril (saat mendisinfeksi area operasi dengan povidone iodine) atau digunakan oleh perawat sirkuler untuk mengambil instrumen steril dari bak instrumen tanpa menyentuhnya langsung.

7. Media Latihan: Suture Pad (H2)

Untuk mahir melakukan teknik jahitan dasar seperti Simple Interrupted, Vertical Mattress, hingga Subcuticular Suture, Kamu butuh jam terbang. Dulu, mahasiswa berlatih menggunakan kulit pisang atau paha ayam. Sekarang, Kamu wajib menggunakan Suture Pad! Media berbahan silikon ini dirancang memiliki 3 lapisan yang mensimulasikan anatomi kulit manusia asli (Epidermis, Dermis, dan Subkutan/Lemak), sehingga sensasi tarikan benangnya sangat realistis.

Siap Jadi Asisten Operasi yang Andal? (H2)

Mengetahui nama alat dari buku teks saja tidak cukup. Muscle memory atau memori otot tanganmu harus dilatih dengan sering memegang dan memutar instrumen-instrumen tersebut secara langsung.

Biar persiapan Skill Lab dan Koas-mu makin matang, Kamu wajib punya Minor Set sendiri di rumah! Kamu bisa mendapatkan Paket Hecting Set Lengkap (sudah termasuk Needle Holder, Pinset, Scalpel, Benang, hingga Suture Pad berbagai model luka) dengan kualitas setara instrumen rumah sakit. Nggak usah pusing nyari, langsung aja Hubungi WhatsApp Medtools di sini dan amankan Hecting Kit Kamu dengan diskon spesial mahasiswa sekarang juga!

 

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini

 

Paket Sumpah Dokter [ Sumdok / Jas Dokter Lengan Panjang + Name Tag + Stampel ] - Medtools

Paket Sumpah Dokter [ Sumdok / Jas Dokter Lengan Panjang + Name Tag + Stampel ] - Medtools

Rp 262.000
Stok 63,988Β·Baru Rilis
Lihat Produk 

 

 

 

Penulis Asli: Andika Chris Ardiansyah

Peninjau: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka

Bickley LS, Szilagyi PG, Hoffman RM. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (13th ed.). Wolters Kluwer.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Standar Prosedur Operasional Keperawatan Bedah. Jakarta: Kemenkes RI.

Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL. (2021). Sabiston Textbook of Surgery: The Biological Basis of Modern Surgical Practice (21st ed.). Elsevier.

Zollinger RM, Ellison EC. (2011). Zollinger's Atlas of Surgical Operations (9th ed.). McGraw-Hill Education.

 

 

 

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!