Di bangku Fakultas Kedokteran, menggunakan sarung tangan medis atau handscoon adalah rutinitas harian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Skill Lab maupun stase koas. Inti dari keselamatan pasien dan tenaga medis sangat bergantung pada kejelian Kamu dalam memilih jenis sarung tangan yang tepat, apakah itu steril atau non-steril, sesuai dengan tingkat risiko tindakan klinis yang akan dilakukan.
Agar Kamu tidak salah menarik sarung tangan saat dihadapkan pada situasi gawat darurat atau di ruang operasi, selalu pegang prinsip utama berikut ini:
Mari kita bedah lebih dalam karakteristik masing-masing sarung tangan ini agar Kamu tidak kebingungan saat dokter konsulen memintamu bersiap melakukan tindakan di bangsal perawatan.
Banyak mahasiswa yang baru masuk stase klinis menganggap semua sarung tangan karet itu sama saja penggunaannya. Padahal, memakai sarung tangan non-steril untuk melakukan tindakan seperti memasang kateter urin sama saja dengan memasukkan bakteri langsung ke dalam kandung kemih pasien.
Fungsi utama sarung tangan medis adalah menciptakan penghalang dua arah. Benda ini bertugas melindungi pasien dari mikroorganisme alami yang ada di tangan Kamu, sekaligus melindungi tangan Kamu dari paparan bahan kimia, cairan infeksius pasien, hingga risiko tergores instrumen medis. Memahami peruntukan masing-masing jenis sarung tangan adalah langkah paling dasar dalam pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit.
Sarung tangan steril diproses secara khusus di pabrik menggunakan radiasi tingkat tinggi atau gas etilen oksida untuk membunuh semua bentuk kehidupan mikroba, termasuk spora bakteri yang sangat membandel. Kemasannya pun dibuat berlapis dan Kamu wajib menerapkan teknik memakai sarung tangan khusus (sterile gloving technique) agar bagian luar karet tidak tersentuh oleh kulit tanganmu sama sekali.
Kamu wajib menggunakan tipe steril ini untuk berbagai prosedur invasif bedah dan tindakan aseptik ketat. Beberapa contoh utamanya meliputi:
Sarung tangan non-steril atau sering disebut sarung tangan bersih adalah jenis yang paling sering Kamu temui di dalam kotak dispenser di meja ruang IGD atau poli rawat jalan. Sarung tangan ini diproduksi dalam kondisi bersih, namun tidak dijamin terbebas dari spora sepenuhnya.
Fungsi utamanya adalah sebagai perlindungan dasar terhadap paparan darah, cairan tubuh, sekresi, atau kotoran. Kamu sangat dianjurkan menggunakan sarung tangan ini pada situasi klinis berikut:
Sebagai fondasi pengetahuan tambahan yang sangat penting, pabrik menentukan kualitas keamanan sarung tangan berdasarkan nilai AQL. Sederhananya, AQL adalah ambang batas maksimal persentase sarung tangan yang cacat produksi, seperti memiliki lubang sebesar jarum mikroskopis (pinhole), yang masih bisa ditoleransi dalam satu kelompok produksi.
Sarung tangan steril memiliki standar AQL yang sangat ketat, umumnya di angka satu hingga satu setengah persen. Artinya, potensi adanya sarung tangan yang bocor dalam satu kotak sangatlah minim. Sementara itu, sarung tangan non-steril memiliki standar toleransi AQL yang sedikit lebih longgar, yakni di kisaran dua setengah persen. Semakin kecil nilai AQL, semakin rapat dan aman perlindungan proteksinya terhadap transmisi virus berbahaya.
Untuk kegiatan belajar sehari-hari di kampus, berlatih di ruang Skill Lab, atau mengikuti acara bakti sosial mahasiswa, sarung tangan non-steril adalah amunisi wajib yang harus selalu ada di dalam tas ranselmu. Salah satu andalan favorit para mahasiswa kedokteran adalah produk berbahan lateks seperti General Care Gloves.
Sarung tangan berbahan lateks alami ini sangat elastis dan dirancang khusus untuk sekali pakai. Keunggulan utamanya adalah adanya taburan bedak halus di bagian dalamnya. Bedak medis ini akan sangat menyelamatkanmu jika telapak tanganmu tipe yang mudah berkeringat lebat. Keringat sering kali membuat sarung tangan lengket dan susah ditarik, namun dengan adanya bedak, proses memasang dan melepasnya di saat genting menjadi jauh lebih licin dan cepat.
Membawa peralatan habis pakai secara mandiri adalah tanggung jawab pribadimu sebagai calon dokter yang cekatan. Jangan sampai Kamu harus membuang waktu berlari meminjam sarung tangan milik perawat jaga saat tiba-tiba diminta dokter untuk membersihkan luka pasien.
Dalam satu kotak alat kesehatan pada umumnya terdapat hingga seratus lembar sarung tangan yang sangat ekonomis untuk dipakai bersama teman satu kelompok selama berbulan-bulan. Buat Kamu yang butuh stok handscoon lateks berkualitas, masker, hingga peralatan medis lainnya, semuanya tersedia rapi di Medtools. Daripada kehabisan stok tepat sebelum hari ujian praktik tiba, langsung aja Hubungi WhatsApp Medtools di sini untuk mengamankan perlengkapan tempurmu sekarang juga!
Hubungi Whatsapp Medstools di sini
Memahami perbedaan mendasar antara sarung tangan medis steril dan non-steril akan menyelamatkan Kamu dari kesalahan fatal yang berisiko memperburuk kondisi pasien. Selalu cocokkan jenis sarung tangan dengan tingkat risiko tindakan invasif yang Kamu hadapi. Gunakan sarung tangan steril khusus untuk area organ steril, serta gunakan opsi non-steril untuk pemeriksaan cairan tubuh rutin. Bekali dirimu dengan suplai medis yang cukup, patuhi selalu prosedur mencuci tangan sebelum memakai sarung tangan, dan jadilah tenaga kesehatan pelindung masyarakat yang luar biasa!
Penulis : Andika Chris Ardiansyah
Peninjau : dr. Stellon Salim
World Health Organization. Guidelines on core components of infection prevention and control programmes at the national and acute health care facility level. Geneva: World Health Organization; 2016.
Weston D. Fundamentals of Infection Prevention and Control: Theory and Practice. 3rd ed. Chichester: John Wiley & Sons; 2022.
Perry AG, Potter PA, Ostendorf W. Clinical Nursing Skills and Techniques. 10th ed. St. Louis: Elsevier; 2021.