OSCE Preparation

"3 Hal Yang Diperhatikan Saat Pemeriksaan Tekanan Darah"

"3 Hal Yang Diperhatikan Saat Pemeriksaan Tekanan Darah"
Hayo ngaku, siapa di sini yang pernah panik saat ujian preklinik karena hasil tensi berubah-ubah, lalu akhirnya "tembak" angka 120/80 mmHg biar tidak dimarahi dosen? Padahal, pemeriksaan tekanan darah itu sangat krusial, lho!
Saat koas nanti, Kamu akan melakukan visit bangsal untuk mengecek Tanda-Tanda Vital (TTV). Hasil yang Kamu catat akan menjadi dasar bagi dokter konsulen untuk mendiagnosis masalah kesehatan pasien. Agar hasilnya akurat dan tidak ngawur, perhatikan 3 aspek utama berikut ini:
1. Kondisi Pasien 
Sebelum mulai, pastikan pasien dalam keadaan tenang dan tidak panik.
  • Posisi: Bantu pasien duduk tegak dengan nyaman di kursi.
  • Posisi Lengan: Pastikan lengan yang akan diukur didukung pada permukaan rata dan posisinya sejajar dengan jantung (regio antebrachii).
  • Pakaian: Komunikasikan dengan baik agar pasien menyingsingkan atau melepas lengan baju yang terlalu tebal agar tidak mengganggu manset.
2. Alat yang Digunakan (Fokus pada Cuff) 
Kamu bisa menggunakan sphygmomanometer (tensimeter) aneroid maupun digital. Namun, hal yang paling sering diabaikan adalah ukuran manset (cuff).
Kesalahan memilih ukuran cuff sangat mempengaruhi hasil. Contohnya, jika Kamu memakai cuff dewasa pada pasien anak, hasilnya akan terbaca lebih rendah dari yang seharusnya (false low). Pastikan ukuran lebar cuff menutupi sekitar 40% lingkar lengan atas.

 

3. Prosedur Pengukuran 
Ada dua poin tambahan yang wajib diperhatikan:
  • Waktu Pengukuran: Pastikan pasien sudah beristirahat minimal 5 menit. Tanyakan apakah pasien mengonsumsi kafein atau nikotin dalam 60 menit terakhir, karena hal ini bisa memicu kenaikan tekanan darah sementara.
  • Lokasi Pengukuran: Pastikan cuff ditempatkan langsung di atas kulit, bukan di atas pakaian yang tebal, untuk menghindari kesalahan pembacaan sensor atau suara korotkoff.
Panduan Ukuran Cuff Tensimeter 
Agar tidak tertukar, berikut adalah referensi ukuran cuff yang bisa Kamu gunakan berdasarkan lingkar lengan pasien:
  • Kategori : Newborn 5 cm / 18-19 cm
Lebar/Panjang Manset (Estimasi) : 5 cm / 18-19 cm
Lingkar Lengan (Circumference) : 9,5 – 13,5 cm
  • Kategori : Bayi(Infant)

 

Lebar/Panjang Manset (Estimasi) : 5-7,5 cm / 24-25,5 cm

 

Lingkar Lengan (Circumference) : 13 – 19 cm

 

  • Kategori :  Anak-anak (Child)
Lebar/Panjang Manset (Estimasi) :  9-10,5 cm / 33-34,5 cm
Lingkar Lengan (Circumference) : 18,4 – 26,7 cm

 

 

  • Kategori : Dewasa (Adult)
Lebar/Panjang Manset (Estimasi) : 15-16 cm / 50-53 cm
Lingkar Lengan (Circumference) : 25,4 – 40,6 cm.

 

 

 

Pastikan Kamu selalu memilih ukuran yang pas agar diagnosis tidak meleset. Ingin punya set cuff lengkap dari ukuran bayi sampai dewasa untuk persiapan stase nanti?
Kamu bisa mendapatkan berbagai jenis cuff tensimeter berkualitas dengan harga lebih terjangkau melalui WEBSITE MEDTOOLS ID! Yuk, cek sekarang sebelum masuk stase!, atau Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis Asli: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka
Bickley, L. S., Szilagyi, P. G., & Hoffman, R. M. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (13th ed.). Wolters Kluwer.
Hall, J. E., & Hall, M. E. (2020). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Panduan Teknis Pemeriksaan Tekanan Darah yang Benar. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Paulsen, F., & Waschke, J. (2018). Sobotta Atlas of Human Anatomy (16th ed.). Elsevier.
World Health Organization. (2020). Technical Specifications for Automated Non-invasive Blood Pressure Monitoring Devices with Cuff. WHO Press.zz

 

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!