OSCE Preparation

Bagaimana Si Cara Menghitung Usia Kehamilan?

Bagaimana Si Cara Menghitung Usia Kehamilan?

 

Menghitung usia kehamilan adalah pertanyaan yang paling sering diajukan oleh ibu hamil, terutama pada kehamilan pertama. Sebagai "Dek Koas" yang akan masuk stase Obstetri & Ginekologi (Obgyn), Kamu pasti akan sangat sering berhadapan dengan perhitungan ini.
Meskipun nanti Kamu akan dibimbing oleh konsulen dan dokter spesialis, Medi sarankan Kamu sudah menguasai ilmu dasar Obgyn sebelum terjun ke rumah sakit. Yuk, mulai dengan mempelajari cara menghitung usia kehamilan dan Hari Perkiraan Lahir (HPL) berikut ini!

 

1. Berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)
Metode ini menggunakan Rumus Naegele. Metode ini sangat akurat dan populer digunakan dengan syarat ibu hamil memiliki siklus menstruasi yang teratur (rata-rata siklus 28 hari).
Agar tidak bingung, Rumus Naegele dibagi menjadi dua cara perhitungan yang bergantung pada bulan terjadinya HPHT:
Kondisi A: Jika HPHT terjadi pada bulan Januari - Maret (Bulan 1 - 3)
Gunakan rumus ini:
  • Hari: Ditambah 7 (+ 7)
  • Bulan: Ditambah 9 (+ 9)
  • Tahun: Tetap (Tidak ditambah)
Contoh Kasus Kondisi A:
HPHT pasien adalah 10 Februari 2026.
  • Tanggal: 10 + 7 = 17
  • Bulan: 2 + 9 = 11 (November)
  • Tahun: 2026 (Tetap)
  • Kesimpulan: Perkiraan lahir (HPL) pasien adalah 17 November 2026.

 

Kondisi B: Jika HPHT terjadi pada bulan April - Desember (Bulan 4 - 12)
Gunakan rumus ini:
  • Hari: Ditambah 7 (+ 7)
  • Bulan: Dikurang 3 (- 3)
  • Tahun: Ditambah 1 (+ 1)
Contoh Kasus Kondisi B
HPHT pasien adalah 1 November 2025.
  • Tanggal: 1 + 7 = 8
  • Bulan: 11 - 3 = 8 (Agustus)
  • Tahun: 2025 + 1 = 2026
  • Kesimpulan: Perkiraan lahir (HPL) pasien adalah 8 Agustus 2026.

 

Catatan Penting: Saat menghitung penambahan hari, perhatikan jumlah maksimal hari dalam bulan tersebut (misalnya, bulan Februari hanya sampai tanggal 28/29, bulan April hanya sampai 30). Jika hasil penambahan hari melebihi batas tanggal di bulan tersebut, maka sisa harinya dilimpahkan ke bulan berikutnya

 

2. Menggunakan Roda Kalender Kehamilan (Pregnancy Wheel) 
Alat ini sangat praktis dan sering digunakan di poli kandungan. Roda ini memiliki dua lingkaran yang saling bertumpu: lingkaran luar menunjukkan bulan dan tanggal, sementara lingkaran dalam berisi instruksi klinis.
Cara Membaca Instruksi pada Roda:
  • Garis Merah: Menunjukkan usia kehamilan dalam minggu.
  • Kolom Biru: Menunjukkan rata-rata berat badan janin (Gram).
  • Kolom Hijau: Menunjukkan rata-rata berat badan ibu hamil (Kg).
  • Kolom Merah: Menunjukkan rata-rata tinggi badan janin (Cm).
  • Panah Penanda: Terdapat panah untuk HPHT dan panah otomatis yang menunjuk ke arah HPL (pada usia kehamilan 40 minggu).
Cara Penggunaan: 
Kamu cukup memutar roda lingkaran dalam dan mencocokkan panah "Menstruasi Terakhir" ke tanggal HPHT pasien. Setelah itu, Kamu bisa langsung melihat usia kehamilan saat ini pada tanggal pemeriksaan dan melihat di mana panah HPL berhenti.
Contoh: Seorang ibu dengan HPHT 1 Maret 2025. Jika diperiksa hari ini, roda akan menunjukkan usia kehamilan dan posisi HPL di sekitar tanggal 6 Desember 2025.

 

Kesimpulan 
Itu dia dua cara utama untuk menghitung usia kehamilan yang wajib Kamu kuasai. Metode ini akan menjadi acuan saat Kamu melakukan anamnesis di stase Obgyn nanti.
Mau latihan menghitung usia kehamilan dengan lebih akurat dan profesional? Kamu bisa mendapatkan Roda Kalender Kehamilan (Pregnancy Wheel) berkualitas hanya di MEDTOOLS STORE! atau Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka
Bunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Dashe, J. S., Hoffman, B. L., Casey, B. M., & Spong, C. Y. (2018). Williams Obstetrics (25th ed.). McGraw-Hill Education.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!