Tips n Trick Maba FK

6 Tahapan Menjadi Seorang Dokter

6 Tahapan Menjadi Seorang Dokter
Bercita-cita menjadi seorang dokter adalah impian banyak orang. Selain prospek karier yang cerah, ilmu kedokteran berperan sangat besar dalam menyelamatkan nyawa manusia. Namun, perjalanan menuju gelar dokter tidaklah instan. Sebelum resmi berpraktik, seseorang harus menempuh pendidikan yang memakan waktu hingga 7-10 tahun.
Untuk kamu yang saat ini masih SMA dan bercita-cita menjadi dokter, atau mungkin sudah kuliah tapi masih bingung dengan roadmap ke depannya, Medi akan menjelaskan tahapan yang perlu ditempuh untuk mewujudkan impian tersebut. Yuk, simak penjelasannya!

1. Lulus Ujian Masuk Kampus (Calon Mahasiswa Kedokteran)

Langkah paling awal tentu saja menembus ketatnya persaingan masuk Fakultas Kedokteran (FK). Ada beberapa jalur seleksi yang bisa kamu ikuti:
  • Jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi): Seleksi menggunakan nilai rapor sekolah dan prestasi akademik/non-akademik.
  • Jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes): Seleksi melalui ujian tulis berbasis komputer (UTBK).
  • Jalur Mandiri: Ujian seleksi yang diselenggarakan secara independen oleh masing-masing universitas.

2. Masa Preklinik (Kuliah Kedokteran)

Selamat, kamu kini resmi menjadi mahasiswa kedokteran! Masa preklinik berlangsung sekitar 3,5 hingga 4 tahun. Tidak seperti jurusan lain yang menggunakan sistem SKS penuh, sistem pembelajaran di FK biasanya menggunakan sistem Blok Terintegrasi (misalnya Blok Anatomi, Fisiologi, Neuropsikiatri, dll).
Selama masa ini, kamu akan menghadapi berbagai jenis ujian yang cukup menegangkan, antara lain:
  • Ujian Blok / CBT (Computer Based Test): Ujian tulis pilihan ganda di setiap akhir blok.
  • SOCA (Student Oral Case Analysis): Ujian lisan di mana kamu mempresentasikan analisis suatu kasus penyakit di hadapan 2-3 dosen penguji.
  • OSCE (Objective Structured Clinical Examination): Ujian praktik di ruang skills lab untuk mendiagnosis pasien simulasi. Banyak yang bilang ini adalah ujian paling mendebarkan!
Pada semester 7 atau 8, kamu akan menyusun skripsi. Setelah lulus, kamu akan diwisuda dan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked).

3. Masa Koas (Co-Assistent / Masa Klinik)

Tahap selanjutnya adalah masa koas. Di sini kamu akan menyandang status "Dokter Muda". Berbeda dengan masa preklinik yang hanya menghadapi patung mannequin atau pasien simulasi, kini kamu akan berinteraksi langsung dengan pasien nyata di bawah bimbingan dokter senior (Konsulen).
Masa koas berlangsung sekitar 1,5 hingga 2 tahun tanpa gaji, dan kamu harus melewati berbagai stase (bagian), meliputi:
  • Stase Mayor: Waktunya lebih lama, mencakup Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Bedah, Kesehatan Anak, dan Kandungan (Obgyn).
  • Stase Minor: Waktunya lebih singkat, mencakup THT, Mata, Kulit & Kelamin, Anestesi, Forensik, Psikiatri, dll.
Siapkan mental dan fisikmu, karena kamu harus siap jaga malam dan mengerjakan banyak laporan kasus dengan jam tidur yang minim!

4. Ujian UKMPPD (Gerbang Penentuan)

Selesai koas, kamu belum resmi menjadi dokter. Kamu wajib lulus "ujian negara" yang disebut UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter). Ujian ini dilaksanakan serentak secara nasional 4 kali dalam setahun (Februari, Mei, Agustus, November).
  • CBT UKMPPD: Ujian tulis online berisi 150 soal kasus dalam 200 menit. Nilai batas lulus (NBL) minimal adalah 66.
  • OSCE UKMPPD: Ujian praktik di mana kamu harus melewati 12 station (kamar ujian) berbeda. Waktu di setiap station hanya 15 menit untuk mempraktikkan skill klinis sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI).

5. Sumpah Dokter (Gelar "dr." Diraih!)

Selamat! Momen penantianmu akhirnya tiba. Jika lulus UKMPPD, kamu dan teman-teman sejawatmu akan mengikuti prosesi Sumpah Dokter. Mulai detik ini, namamu resmi diawali dengan gelar kebanggaan: dr.

6. Masa Internship (Dokter Magang)

Perjalanan ternyata masih berlanjut. Untuk mendapatkan Surat Izin Praktik (SIP) mandiri, kamu harus mengikuti program Internship (pengabdian) dari Kementerian Kesehatan selama 1 tahun.
Statusmu adalah "Dokter Magang" yang akan ditempatkan di RSUD dan Puskesmas di berbagai daerah. Selama internship, kamu akan mendapatkan Bantuan Biaya Hidup (BHD) per bulan yang besarannya tergantung pada lokasi penempatan. Jika lulus evaluasi kerja dari dokter pendamping, barulah kamu akan mendapatkan SIP penuh untuk membuka praktik mandiri atau melanjutkan sekolah ke jenjang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

 

Kesimpulan

Itu dia tahapan-tahapan yang harus kamu lalui untuk menjadi seorang dokter. Menjalankannya pasti tidak mudah dan butuh ketangguhan yang luar biasa. Makanya, kamu perlu support yang maksimal dari segi peralatan belajarmu. Untuk melengkapi seluruh kebutuhan alat kedokteran mulai dari preklinik hingga koas, kamu bisa langsung cek di Medtools.id ya!

 

β€Ί https://www.medtools.id/

 

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
#prepareadoctor

 

Daftar Pustaka:

Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). (2012). Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Jakarta: KKI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelaksanaan Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). Jakarta: Kemenkes RI.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran.

Bagikan Artikel: