Perlengkapan Kedokteran

Mengenal Instrumen Pemeriksaan THT

Mengenal Instrumen Pemeriksaan THT
Pemeriksaan THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan) merupakan salah satu basic clinical skill yang sangat penting dalam dunia kedokteran, terutama untuk mendiagnosis berbagai gangguan di area kepala dan leher.
Mengingat rongga THT berukuran kecil dan gelap, dokter mutlak membutuhkan bantuan alat. Artikel ini akan membahas berbagai instrumen pemeriksaan THT, fungsinya, serta cara penggunaannya yang wajib dipahami oleh kamu, para mahasiswa kedokteran dan dokter muda!

Apa Saja Instrumen yang Digunakan dalam Pemeriksaan THT?

Berikut adalah beberapa instrumen utama yang akan sering kamu temui dan gunakan:
  • Otoskop: Alat yang digunakan untuk memeriksa liang telinga luar. Dengan kombinasi lampu benderang dan lensa pembesar, dokter dapat melihat kondisi saluran telinga dan membran timpani (gendang telinga) dengan jelas.
  • Laringoskop: Digunakan untuk memeriksa area tenggorok, dasar lidah, dan pita suara (laring). Terdapat dua jenis utama: laringoskop langsung (direct) dan cermin laring untuk laringoskopi tidak langsung (indirect).
  • Rinoskop (Spekulum Hidung): Alat berbentuk seperti tang kecil ini digunakan untuk membuka dan memeriksa rongga hidung (rinoskopi anterior). Biasanya digunakan bersamaan dengan lampu kepala (headlamp) untuk menerangi area internal hidung.
  • Spatula Lidah (Tongue Depressor): Alat ini digunakan untuk menekan dan menahan lidah agar dokter dapat melihat orofaring (tenggorok) dengan lebih lapang. Biasanya terbuat dari stainless steel (yang bisa disterilkan ulang) atau kayu sekali pakai.
  • Suction (Alat Penghisap): Mesin atau kanul kecil yang digunakan untuk menghisap cairan, lendir tebal, darah, atau kotoran dari saluran pernapasan, rongga hidung, maupun rongga telinga.

 

Fungsi Spesifik Instrumen Pemeriksaan THT

Setiap instrumen di atas memiliki fungsi diagnostik dan terapeutik yang sangat spesifik, antara lain:
  • Otoskop: Membantu mendeteksi otitis (infeksi telinga), penumpukan serumen (kotoran telinga), benda asing, atau melihat adanya perforasi (lubang) pada gendang telinga.
  • Laringoskop: Digunakan untuk menilai pergerakan dan kondisi pita suara, mendeteksi adanya massa/tumor, polip, pembengkakan, atau iritasi.
  • Rinoskop: Memungkinkan dokter mengevaluasi kondisi konka, septum hidung, mendeteksi polip, sumber mimisan (epistaksis), hingga tanda-tanda rinitis/alergi.
  • Spatula lidah: Memberikan akses visual yang jauh lebih luas ke amandel (tonsil) dan dinding belakang tenggorok untuk mengevaluasi faringitis atau tonsilitis.
  • Suction: Sangat esensial untuk membersihkan area pandang (field of view) dari cairan agar struktur organ terlihat jelas, serta krusial dalam penanganan darurat obstruksi jalan napas.

 

Panduan Singkat Cara Menggunakan Instrumen THT

Untuk memberikan gambaran, berikut adalah prinsip dasar penggunaan alat-alat tersebut:
  • Menggunakan Otoskop
  1. Pasang speculum (corong telinga) dengan ukuran yang pas untuk pasien.
  2. Tarik daun telinga (aurikula) ke arah atas dan belakang (pada orang dewasa) untuk meluruskan liang telinga.
  3. Arahkan cahaya otoskop ke dalam telinga perlahan dan amati melalui lensa pembesar.
  • Menggunakan Laringoskop
  1. Pastikan pasien duduk dengan posisi yang nyaman dan sedikit menengadah.
  2. Jika menggunakan cermin laring (indirect), hangatkan sedikit cermin agar tidak berembun saat terkena napas pasien, lalu minta pasien menjulurkan lidah dan berkata "Aaa" atau "Iii".
  • Menggunakan Rinoskop (Spekulum Hidung)
  1. Pegang spekulum dengan posisi yang benar. Masukkan ujung spekulum dalam keadaan tertutup ke dalam lubang hidung (vestibulum).
  2. Buka spekulum secara perlahan dengan arah vertikal (atas-bawah) untuk menghindari penekanan pada septum hidung yang sensitif.
  3. Saat mengeluarkan alat, jangan tutup spekulum sepenuhnya agar bulu hidung pasien tidak terjepit.
  • Menggunakan Spatula Lidah
  1. Minta pasien membuka mulut lebar-lebar dan bersikap rileks.
  2. Letakkan spatula pada 2/3 bagian depan lidah, lalu tekan ke bawah dengan tekanan yang konstan dan lembut agar tidak memicu refleks muntah (gag reflex).
  • Menggunakan Suction
  1. Pilih ukuran ujung kanul yang sesuai (misalnya kanul Frazier untuk telinga).
  2. Masukkan ujung kanul dengan hati-hati ke area target sambil mengontrol lubang tekanan vakum dengan jarimu.

 

Siapa Saja yang Wajib Menguasai Alat Ini?

Instrumen pemeriksaan THT sangat penting untuk dikuasai oleh:
  • Mahasiswa Kedokteran (Preklinik): Memahami instrumen adalah dasar sebelum turun ke skills lab dan belajar anatomi/patologi langsung.
  • Dokter Muda (Koas): Di stase klinik, keahlian tangan (hands-on) dalam menggunakan instrumen THT akan sangat diuji untuk mendiagnosis pasien secara mandiri.
  • Dokter Umum & Tenaga Kesehatan Lain: Di tingkat fasilitas kesehatan pertama (Puskesmas/Klinik), kasus THT sangatlah melimpah sehingga skill ini mutlak diperlukan.

 

Kesimpulan

Instrumen pemeriksaan THT adalah "senjata" andalan dalam mendiagnosis dan merawat kelainan yang berkaitan dengan telinga, hidung, dan tenggorokan. Dengan memahami berbagai fungsi dan teknik penggunaannya yang tepat, kamu sebagai mahasiswa kedokteran dan dokter muda dapat meningkatkan insting klinis dan memberikan perawatan terbaik bagi pasien. Menginvestasikan waktu untuk mengasah skill ini akan sangat berkontribusi pada karir medismu ke depan!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
#duniakedokteran #prepareadoctor

 

Daftar Pustaka:

Pashley, T., Caves, R., & McCarthy, C. (2020). Tools for ENT examination: An overview of common instruments. Journal of Laryngology & Otology, 134(1), 17-22.
American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery. (2023). Otolaryngology resources: instruments and their uses. Diambil dari situs resmi AAO-HNS.
Smith, A., & Brown, B. (2019). Clinical otoscopy: A guide for students and practitioners. Archives of Otolaryngology–Head & Neck Surgery, 145(8), 779-784.
World Health Organization. (2018). Guidelines for the management of ear, nose and throat disorders. Geneva: WHO.
Schreiber, J., et al. (2021). The role of the ENT specialist in the management of otitis media: A systematic review. European Archives of Oto-Rhino-Laryngology, 278(5), 1357-1367.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!