Perlengkapan Kedokteran

Mengenal Jenis-Jenis Stomach Tube (Selang Lambung) dan Kegunaannya di Dunia Medis

Mengenal Jenis-Jenis Stomach Tube (Selang Lambung) dan Kegunaannya di Dunia Medis
Stomach tube, atau tabung/selang lambung, adalah alat medis berbentuk selang tipis dan fleksibel yang dirancang khusus untuk dimasukkan ke dalam saluran pencernaan. Alat ini umumnya terbuat dari material medical-grade yang aman, biokompatibel, dan tidak mengiritasi tubuh, seperti silikon atau poliuretan.
Fungsi utama stomach tube adalah untuk memberikan akses langsung dari luar tubuh menuju ke lambung atau usus, sehingga dapat digunakan untuk berbagai intervensi medis krusial di IGD, HCU, maupun ICU.

 

3 Indikasi Utama Penggunaan Stomach Tube

Mengapa seorang pasien membutuhkan pemasangan selang lambung? Berikut adalah tiga tujuan utamanya:

1. Pemberian Nutrisi Enteral (Feeding)

  • Gangguan Menelan (Disfagia): Digunakan pada pasien yang kehilangan kemampuan menelan atau mencerna makanan secara normal akibat stroke, penurunan kesadaran (koma), operasi leher, atau gangguan saraf.
  • Nutrisi Ekstra: Memberikan asupan kalori cair secara langsung pada pasien malnutrisi berat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisinya hanya dari makan biasa.

2. Pengeluaran Cairan atau Gas (Dekompresi & Bilas Lambung)

  • Obstruksi/Sumbatan Usus: Mengeluarkan tumpukan gas, cairan asam lambung, atau darah agar perut pasien tidak kembung dan mencegah tekanan berlebih pada saluran cerna.
  • Bilas Lambung (Gastric Lavage): Sangat berguna pada kasus keracunan makanan atau overdosis obat untuk mengosongkan dan membilas isi lambung.

3. Pemberian Medikamentosa (Obat-obatan)

  • Menjadi jalur alternatif untuk memberikan obat-obatan oral yang dihaluskan (digerus) bagi pasien yang tidak sadar atau menolak menelan obat.

 

Mengenal Jenis-Jenis Stomach Tube

Selang enteral memiliki berbagai rute pemasangan yang disesuaikan dengan kondisi anatomi dan kebutuhan klinis pasien. Berikut adalah perbandingannya:

 

1. Nasogastric Tube (NGT)

  • Rute Pemasangan: Dari Hidung ke Lambung.
  • Kelebihan: Harga relatif murah, pemasangan sangat cepat dan mudah di IGD/ruang rawat tanpa perlu prosedur pembedahan.
  • Kekurangan / Risiko: Kurang nyaman di tenggorokan, selang mudah tercabut secara tidak sengaja, dan ada risiko aspirasi (cairan masuk ke paru-paru) jika posisi selang bergeser.

 

2. Orogastric Tube (OGT)

  • Rute Pemasangan: Dari Mulut ke Lambung.
  • Kelebihan: Pemasangan sangat mudah; sering menjadi pilihan utama untuk bayi baru lahir (neonatus) atau pasien dengan cedera area wajah/hidung.
  • Kekurangan / Risiko: Sangat tidak nyaman bagi pasien sadar karena memicu refleks muntah yang tinggi, serta berisiko tergigit atau merusak gigi.

 

 

3. Nasoduodenal Tube

  • Rute Pemasangan: Dari Hidung ke Usus Dua Belas Jari (Duodenum).
  • Kelebihan: Risiko makanan "naik" kembali ke paru (aspirasi) jauh lebih rendah; sangat cocok untuk pasien yang fungsi lambungnya bermasalah.
  • Kekurangan / Risiko: Pemasangan lebih sulit karena butuh bantuan alat seperti endoskopi atau rontgen (fluoroskopi), serta selang lebih kecil sehingga rawan tersumbat.

 

4. Gastrostomy Tube (G-Tube / PEG)

  • Rute Pemasangan: Menembus Dinding Perut langsung ke Lambung.
  • Kelebihan: Paling nyaman untuk penggunaan jangka panjang (lebih dari 4 minggu), tidak terlihat di wajah, dan risiko selang tercabut sangat kecil.
  • Kekurangan / Risiko: Membutuhkan prosedur bedah kecil atau endoskopi untuk membuat lubang (stoma) di perut, biaya lebih mahal, dan ada risiko infeksi pada area luka operasi.

 

 

Faktor Penentu Pemilihan Stomach Tube

Dalam praktik klinis, dokter tidak bisa asal memilih selang. Keputusan didasarkan pada clinical judgement yang mempertimbangkan:
  • Durasi Penggunaan: Jika < 4-6 minggu, pilih NGT/OGT. Jika untuk jangka panjang (> 6 minggu), G-Tube adalah pilihan yang lebih ideal.
  • Kondisi Pasien: Pada pasien dengan fraktur basis kranii (patah tulang dasar tengkorak) atau trauma wajah parah, NGT kontraindikasi mutlak (dilarang). Pemasangan harus dialihkan melalui OGT.
  • Risiko Aspirasi: Seberapa besar risiko cairan lambung naik kembali dan masuk ke paru-paru pasien.

 

Prinsip Perawatan Stomach Tube

Perawatan selang yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi mematikan seperti Aspirasi Pneumonia. Hal yang wajib dilakukan oleh tenaga medis:
  1. Fiksasi Kuat: Pastikan plester fiksasi di hidung atau pipi merekat kuat agar selang tidak bergeser atau tercabut.
  2. Cek Kepatenan (Auskultasi): Sebelum memberikan makanan/obat, selalu pastikan ujung selang benar-benar berada di lambung dengan mendengarkan suara dorongan udara (menggunakan spuit dan stetoskop di area epigastrium).
  3. Bilas (Flushing): Bilas selang dengan air matang/steril setiap kali selesai memberikan susu atau obat agar selang tidak tersumbat oleh sisa residu.
  4. Kebersihan Area: Jaga kebersihan area insersi (hidung, mulut, atau stoma di perut) untuk menghindari iritasi dan infeksi.

 

 

Kesimpulan

 

Stomach tube adalah instrumen penyelamat nyawa yang sangat serbaguna. Pemahaman mengenai indikasi, jenis (NGT, OGT, Nasoduodenal, G-Tube), hingga tata cara perawatannya adalah kompetensi yang mutlak harus dikuasai oleh setiap tenaga kesehatan.

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
#Prepareadoctor

 

Daftar Pustaka:

Perry, A. G., & Potter, P. A. (2014). Clinical Nursing Skills & Techniques (8th ed.). Mosby.
Tenenbaum, T. (2019). Enteral Nutrition and Tube Feeding. Gastroenterology Clinics of North America.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!