Kesehatan Keluarga

Prosedur Pemasangan Infus di Rumah yang Aman dan Sesuai Standar Medis

Prosedur Pemasangan Infus di Rumah yang Aman dan Sesuai Standar Medis

Infus adalah tindakan medis invasif untuk memasukkan cairan, nutrisi, atau obat-obatan langsung ke dalam pembuluh darah vena. Dalam kondisi tertentu, seperti perawatan paliatif atau pemulihan jangka panjang, memasang infus di rumah menjadi pilihan agar pasien merasa lebih nyaman.

Peringatan Penting: > Meskipun dilakukan di rumah, pemasangan infus WAJIB dilakukan oleh tenaga medis profesional (Dokter atau Perawat) yang memiliki izin praktik. Pemasangan secara mandiri oleh orang awam sangat berisiko menyebabkan infeksi sistemik (sepsis), perdarahan, hingga emboli udara yang dapat berakibat fatal.

 

Tujuan Pemasangan Infus di Rumah

Terapi intravena di rumah biasanya direkomendasikan untuk pasien dengan kondisi:

  • Dehidrasi berat yang tidak tertangani dengan minum air.
  • Infeksi parah yang memerlukan antibiotik dosis tinggi melalui pembuluh darah.
  • Gangguan saluran cerna yang membuat pasien tidak bisa minum obat oral.
  • Kondisi sakit kritis atau terminal yang membutuhkan perawatan suportif.

 

Alat yang Dibutuhkan (Infus Kit)

Pastikan semua alat dalam kondisi baru dan tersegel untuk menjamin sterilitasnya:

  • Infus Set (selang infus).
  • Cairan Infus (sesuai resep dokter, misal: RL, NaCl, atau Dextrose).
  • IV Catheter (jarum infus/Abocath).
  • Tourniquet (pembendung pembuluh darah).
  • Alkohol Swab (kapas alkohol).
  • Plester (Tegaderm atau Hypafix) dan kassa steril.
  • Sarung Tangan Steril.
  • Perlak dan bengkok (wadah limbah).

 

Langkah-Langkah Prosedur Medis

Secara singkat, berikut adalah gambaran prosedur yang dilakukan oleh tenaga medis saat memasang infus:

  1. Persiapan Cairan: Menghubungkan selang infus ke kantong cairan dan memastikan tidak ada udara di dalam selang (priming).
  2. Identifikasi Vena: Memasang tourniquet di atas area penusukan untuk memunculkan pembuluh darah vena.
  3. Asepsis: Membersihkan area kulit dengan alkohol swab secara sirkular (dari dalam ke luar).
  4. Penusukan (Venipuncture): Menusukkan jarum infus dengan sudut sekitar 15–30 derajat. Jika darah terlihat keluar di indikator jarum, tandanya jarum sudah masuk ke vena.
  5. Fiksasi: Jarum ditarik keluar sementara kateter plastik tetap di dalam vena, lalu dihubungkan ke selang infus.
  6. Pengaturan Tetesan: Mengatur kecepatan tetesan (flow rate) sesuai instruksi dokter (tetes per menit).
  7. Dokumentasi: Mencatat waktu pemasangan, jenis cairan, dan ukuran jarum pada plester fiksasi.

 

Tanda Komplikasi yang Harus Diwaspadai

Keluarga pasien harus segera menghubungi petugas medis jika setelah memasang infus di rumah muncul tanda-tanda berikut:

  • Infiltrasi: Area infus membengkak, terasa dingin, dan nyeri (cairan masuk ke jaringan, bukan vena).
  • Flebitis: Muncul garis merah di sepanjang jalur pembuluh darah, terasa panas, dan nyeri.
  • Hematoma: Terjadi perdarahan atau memar di bawah kulit.
  • Demam/Menggigil: Tanda awal terjadinya infeksi sistemik.

 

Kesimpulan

Memasang infus di rumah memang memberikan kenyamanan lebih bagi pasien, namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pastikan Kamu menggunakan jasa perawat homecare yang tersertifikasi untuk melakukan tindakan ini.

Butuh perlengkapan infus kit yang lengkap dan steril? Kamu bisa mendapatkan Infus Set, Tourniquet, hingga Alcohol Swab berkualitas di @MEDTOOLS.CARE. atau Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini

 

Penulis: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka 

Bickley, L. S., Szilagyi, P. G., & Hoffman, R. M. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (13th ed.). Wolters Kluwer.

Hall, J. E., & Hall, M. E. (2020). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Paulsen, F., & Waschke, J. (2018). Sobotta Atlas of Human Anatomy (16th ed.). Elsevier.

Royal Marsden NHS Foundation Trust. (2020). The Royal Marsden Manual of Clinical Nursing Procedures. Wiley-Blackwell.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!