Hi Bro Sis! 👋
Sebelumnya, Medi sudah sempat membahas tentang pos-pos yang bakal Bro Sis lalui saat koas. Nah, kali ini kita bakal deep dive alias bahas lebih detail tentang Stase-stase selama kepaniteraan klinik.
Setiap Fakultas Kedokteran (FK) mungkin punya urutan atau kebijakan yang sedikit berbeda. Tapi secara garis besar, perjalanan Bro Sis menuju gelar "dr." akan dibagi menjadi dua babak utama: Stase Mayor (Rotasi Besar) dan Stase Minor (Rotasi Kecil).
Apa saja tantangan dan keseruannya? Yuk, simak bocorannya biar Bro Sis lebih siap mental!
Ini adalah "menu utama" koas. Biasanya berlangsung 8-10 minggu per stase. Di sini mental dan fisik Bro Sis benar-benar ditempa karena jumlah pasien yang membludak dan ilmu yang sangat luas.
Stase ini sering disebut sebagai "ibunya ilmu kedokteran". Bro Sis bakal belajar bareng Sp.PD, Sp.JP (Jantung), hingga Sp.P (Paru).
Fokus Utama: Penyakit non-bedah sistemik. Mulai dari Diabetes, Hipertensi, TBC, sampai Gagal Ginjal. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik harus jago banget di sini!
Tingkat Kesibukan: 🔥🔥🔥🔥 (Sangat Sibuk). Visite pagi buta, pasien rawat inap bejibun, dan diskusi kasus yang mendalam.
Siap-siap begadang menunggu pembukaan persalinan! Di sini Bro Sis dibimbing langsung oleh Sp.OG.
Fokus Utama: Kesehatan reproduksi wanita. Mulai dari pemeriksaan kehamilan (ANC), bantu persalinan normal (partus), kuretase, hingga operasi caesar.
Tingkat Kesibukan: 🔥🔥🔥🔥 (Padat). Tergantung RS, tapi suara tangisan bayi akan jadi teman setia Bro Sis saat jaga malam.
Fisik harus prima! Stase ini menuntut ketahanan berdiri berjam-jam di ruang operasi (OK). Bro Sis akan bertemu Sp.B dan subspesialis lainnya (Bedah Tulang, Urologi, Saraf, dll).
Fokus Utama: Prosedur pembedahan, perawatan luka, jahit luka (hecting), dan menjadi asisten operasi.
Tingkat Kesibukan: 🔥🔥🔥🔥🔥 (Sangat Melelahkan). Makan sering telat, tidur kurang, tapi skill tangan bakal meningkat pesat!
Menghadapi pasien yang nggak bisa ngomong keluhannya itu tantangan tersendiri, lho. Pembimbingnya tentu saja Sp.A.
Fokus Utama: Tumbuh kembang anak, imunisasi, penghitungan dosis obat (puyer) yang super teliti, dan penanganan gawat darurat bayi/anak.
Tingkat Kesibukan: 🔥🔥🔥🔥 (Rumit & Teliti). Butuh kesabaran ekstra menghadapi tangisan anak dan kecemasan orang tua.
Biasanya ditaruh di akhir atau sela-sela koas. Ini saatnya Bro Sis terjun ke Puskesmas.
Fokus Utama: Kedokteran komunitas. Ikut Posyandu, penyuluhan ke warga, vaksinasi massal, dan manajemen Puskesmas.
Tingkat Kesibukan: 😌 (Relatif Santai). Sering dianggap sebagai masa "healing" setelah dihajar stase RS yang berat.
B. Stase Minor (Singkat Tapi Padat)
Siap, Bro Sis! Ini adalah versi lengkapnya. Bagian Stase Minor sudah saya bedah lebih mendalam (detail), setara dengan deskripsi Stase Mayor, supaya pembaca dapat gambaran real tentang kesibukan dan apa yang akan dihadapi di setiap stase.
Salah satu stase yang asik karena tindakannya nyata dan langsung terasa efeknya.
Fokus Utama: Belajar pakai lampu kepala (head lamp) dan cermin THT. Kasusnya seputar bersihkan kotoran telinga (serumen), ambil duri ikan di tenggorokan, amandel, sampai sinusitis.
Level Kesibukan: Sedang. Sibuk di Poli rawat jalan, sesekali masuk OK untuk operasi amandel.
Sering dianggap "Mayor yang menyamar jadi Minor" karena materinya berat dan logika klinisnya harus jalan.
Fokus Utama: Sistem saraf pusat dan tepi. Bro Sis wajib bawa Palu Refleks (Hammer) kemana-mana! Kasusnya meliputi Stroke, Epilepsi, Cedera Kepala, hingga nyeri punggung (HNP). Pemeriksaan fisiknya sangat detail.
Level Kesibukan: Cukup Berat. Banyak pasien bedridden (lumpuh/tak sadar) yang butuh pemantauan ketat.
Stase yang "memegang nyawa" pasien di ruang operasi dan ICU.
Fokus Utama: Life support. Belajar intubasi (masang selang nafas), Resusitasi Jantung Paru (RJP) yang benar, manajemen nyeri, dan memantau tanda vital pasien selama operasi.
Level Kesibukan: Menegangkan tapi Seru. Bro Sis belajar farmakologi obat bius dan gerak cepat saat emergency.
Sering disebut "Stase Idaman" atau "Stase Glowing".
Fokus Utama: Diagnosis visual. Belajar membedakan jamur, bakteri, virus, atau alergi pada kulit. Juga belajar tentang Infeksi Menular Seksual (IMS) dan kosmetik medis.
Level Kesibukan: Ringan - Sedang. Biasanya tidak ada jaga malam, ruangan ber-AC, dan jam kerja teratur di Poli.
Biasanya rotasi dilakukan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Stase ini minim alat, tapi full komunikasi.
Fokus Utama: Wawancara psikiatri (anamnesis jiwa). Mendiagnosis Skizofrenia, Depresi, Bipolar, hingga gangguan cemas. Bro Sis belajar menjadi pendengar yang baik dan empati tinggi.
Level Kesibukan: Santai secara fisik, Berat secara mental. Harus siap menghadapi perilaku pasien yang tidak terduga.
Stase paling unik karena berhubungan dengan hukum dan kepolisian.
Fokus Utama: Menjadi detektif medis. Membuat Visum et Repertum pada korban hidup (penganiayaan/pemerkosaan) dan pemeriksaan jenazah (autopsi luar/dalam) untuk menentukan sebab kematian.
Level Kesibukan: Unpredictable. Bisa santai banget, bisa tiba-tiba sibuk kalau ada kasus kriminal atau kecelakaan massal.
Stase yang mainannya alat-alat canggih dan presisi tinggi.
Fokus Utama: Pemeriksaan visus (tajam penglihatan), koreksi kacamata, melihat saraf mata dengan oftalmoskop, katarak, hingga glaukoma.
Level Kesibukan: Mirip THT, lebih banyak duduk di Poli memeriksa pasien satu per satu dengan alat khusus.
Meskipun dokter umum tidak merawat gigi, stase ini penting untuk diagnosis awal.
Fokus Utama: Identifikasi masalah gigi yang berdampak ke tubuh (misal sakit gigi bikin sakit jantung/sendi), karies, dan kelainan mukosa mulut.
Level Kesibukan: Ringan. Lebih banyak observasi kerja dokter gigi dan belajar merujuk kasus dengan tepat.
Stase "Di Balik Layar". Minim interaksi dengan pasien, tapi krusial untuk penegakan diagnosis.
Fokus Utama: Membaca "kode" gambar. Interpretasi foto Rontgen (Thorax/Tulang), USG, CT-Scan, hingga MRI. Anatomi tubuh manusia harus hafal di luar kepala!
Level Kesibukan: Santai. Kerjanya di ruangan baca yang gelap dan dingin. Cocok buat yang suka analisa visual.
Perjalanan koas selama 1,5 – 2 tahun ini bakal jadi masa yang paling berkesan. Lelah? Pasti. Tapi di sinilah Bro Sis ditempa jadi dokter yang kompeten.
Biar koas makin lancar dan nggak kena marah konsulen gara-gara alat nggak lengkap, pastikan Bro Sis punya starter pack sendiri. Stetoskop yang peka, Hammer Reflex yang mantap, Penlight yang terang, sampai Tensimeter yang akurat.
👉 Butuh perlengkapan Koas lengkap & berkualitas? Langsung chat Medi di Whatsapp bawah ini yaa
Semangat jalani koas, Bro Sis! 💪🩺