Tata Cara Pemasangan NGT (Nasogastric Tube) yang Benar
Andika Chris Ardiansyah
16 March 2026
OSCE Preparation
Halo! Sebagai mahasiswa kedokteran, kamu pasti akan menghadapi stase atau blok di mana pemasangan Nasogastric Tube (NGT) menjadi keterampilan wajib. Biasanya, materi ini akan kamu temui di semester 5 hingga 7.
NGT, atau yang sering disebut selang sonde, adalah selang fleksibel yang dimasukkan melalui hidung melewati esofagus hingga ke lambung. Prosedur ini krusial untuk pasien yang tidak bisa menelan (disfagia), pasien tidak sadar, atau untuk tujuan diagnostik seperti bilas lambung. Yuk, siapkan dirimu untuk latihan skill lab dengan panduan lengkap berikut!
Alat dan Bahan yang Kamu Butuhkan
Untuk latihan yang efektif, pastikan kamu menyiapkan set alat berikut:
Selang NGT: Ukuran standar dewasa biasanya 14-16 Fr.
Lubrikan: Jelly berbahan dasar air atau Lidocaine gel 2%.
Stetoskop: Untuk melakukan Whoosh Test.
Spuit 50 cc (Catheter Tip): Spuit khusus tanpa jarum dengan ujung besar.
Plester & Gunting: Untuk fiksasi selang di hidung.
Penlight: Untuk memeriksa patensi jalan napas dan posisi selang di orofaring.
Sarung Tangan (Handscoon): Bersih/non-steril.
Segelas Air & Sedotan: Membantu mempermudah masuknya selang (simulasi menelan).
Manekin NGT: Media utama untuk simulasi penusukan.
(Tips: Kamu bisa mendapatkan alat-alat medis berkualitas ini di e-commerce @medtools.store)
Cuci tangan dan gunakan sarung tangan. Jelaskan prosedur kepada pasien (atau manekin).
Periksa lubang hidung menggunakan penlight untuk memastikan tidak ada obstruksi atau deviasi septum.
Ukur panjang selang: Ukur dari ujung hidung ke daun telinga (MAE), lalu lanjut ke prosesus xifoideus (PX). Beri tanda pada selang menggunakan plester atau spidol.
2. Insersi Selang
Oleskan lubrikan pada ujung selang sepanjang 10β15 cm.
Masukkan selang melalui lubang hidung secara perlahan dengan posisi kepala pasien sedikit menunduk (fleksi).
Jika ada tahanan, jangan dipaksa. Minta pasien untuk melakukan gerakan menelan agar selang lebih mudah masuk ke esofagus, bukan ke trakea.
Masukkan selang hingga tanda plester mencapai batas hidung.
3. Verifikasi Posisi (Krusial)
Ada dua cara utama untuk memastikan selang sudah di lambung:
Whoosh Test: Masukkan 20 cc udara ke dalam spuit, sambungkan ke NGT. Letakkan diafragma stetoskop di kuadran kiri atas perut (epigastrium). Semprotkan udara dengan cepat dan dengarkan bunyi "wusss".
Aspirasi: Tarik spuit untuk melihat apakah ada cairan lambung yang keluar. Cek pH jika diperlukan.
4. Fiksasi dan Pemberian Nutrisi
Jika posisi sudah benar, lakukan fiksasi di batang hidung pasien menggunakan plester.
Berikan makanan cair secara perlahan (metode gravitasi atau didorong perlahan dengan spuit).
Bilas selang dengan air steril (Aquadest) setelah pemberian makan/obat agar selang tidak tersumbat.
Tutup ujung NGT dengan tutup bawaannya atau diklem.
Kesimpulan
Kunci utama keberhasilan pemasangan NGT adalah ketenangan dan koordinasi saat memasukkan selang. Selalu pastikan posisi selang sudah benar-benar di lambung sebelum memasukkan cairan apapun untuk menghindari risiko aspirasi ke paru-paru. Teruslah berlatih menggunakan manekin agar insting dan feeling kamu semakin tajam saat menghadapi pasien asli nanti.