Life Hacks Coass

4 Alat Non-Alkes yang Wajib Dimiliki Saat Koas (Klinik)

4 Alat Non-Alkes yang Wajib Dimiliki Saat Koas (Klinik)
Koas adalah singkatan dari koasistensi atau co-assistanship. Ini merupakan tahap lanjutan dari pendidikan kedokteran (setelah lulus S.Ked) di mana mahasiswa akan terjun langsung ke dunia praktik di rumah sakit. Masa koas ini sering disebut juga sebagai tahap klinik karena kamu akan berinteraksi langsung dengan pasien, dokter spesialis, dan tenaga medis lainnya.

Tujuan Utama Koas

Tujuan utama dari masa koas adalah untuk membekali mahasiswa kedokteran dengan keterampilan klinis nyata yang mutlak diperlukan untuk menjadi seorang dokter. Selama masa koas, kamu akan:
  • Menerapkan ilmu yang sudah dipelajari berupa teori di bangku kuliah (preklinik) secara langsung pada pasien nyata.
  • Belajar melakukan anamnesis (wawancara riwayat medis dengan pasien), pemeriksaan fisik menyeluruh, dan interpretasi hasil pemeriksaan penunjang.
  • Mempelajari prosedur medis dasar yang umum dilakukan, seperti mengambil sampel darah (phlebotomy), memasang infus, menjahit luka, dan sebagainya.
  • Bekerja sama dengan tim medis lainnya secara interprofesional, seperti dokter spesialis (konsulen), perawat, bidan, dan apoteker.
  • Mengembangkan sikap profesionalisme dan empati sebagai seorang calon dokter.

Alat Non-Alkes yang Wajib Dibawa Saat Koas

Saat menjalani koas, kamu pasti sudah tahu kalau stetoskop, tensimeter, atau penlight adalah alat medis yang wajib dibawa. Namun, pada artikel ini Medi akan membahas "senjata tempur" non-alkes yang tidak kalah penting saat kamu bertugas di rumah sakit!
  • Buku Catatan Saku (Buku Jaga): Sangat penting untuk mencatat hasil anamnesis, pemeriksaan fisik (status pasien), follow-up harian, rencana pengobatan dari konsulen, dan materi penting lainnya. Pilih yang ukurannya muat di kantong snelli (jas dokter) kamu.
  • Pulpen Multiwarna: Membawa pulpen dengan berbagai warna (minimal hitam, biru, merah) akan sangat membantu kamu membedakan jenis catatan, misalnya tinta merah untuk hasil lab yang tidak normal atau instruksi urgent.
  • Sandal Karet (Sandal OK): Loh, kok sandal? Iya betul! Saat koas di stase tertentu seperti Bedah atau Obgyn, kamu pasti akan sering berada di ruang operasi (OK) atau ruang bersalin. Menggunakan sandal karet medis yang tertutup di bagian depan akan melindungimu dari cipratan cairan dan mengurangi risiko terpeleset di lantai rumah sakit.
  • Baju Jaga (Scrub): Bukan scrub untuk lulur mandi, ya! Scrub di sini adalah baju medis yang akan kamu pakai saat dinas jaga atau berada di ruang tindakan. Kamu wajib memilih scrub yang bahannya adem, elastis, dan punya banyak kantong untuk menyimpan perintilan koasmu.

Rekomendasi Baju Jaga Terbaik untuk Koas!

Kalau kamu sedang mencari scrub berkualitas untuk persiapan koas, kamu bisa banget cek koleksi baju jaga dari merk SCRB.
Scrub dari SCRB memiliki banyak pilihan model kekinian dengan bahan yang super adem, menyerap keringat, dan pastinya fungsional! Baju jaga ini dirancang dengan banyak fitur kantong tersembunyi yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan buku catatan saku, pulpen, hingga handphone dengan aman selama bertugas.
Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut koleksinya, bisa langsung cek website resmi SCRB di sini:
Untuk order dan dapatkan penawaran menarik, kamu juga bisa langsung Kontak Medi di sini!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
#duniakedokteran #prepareadoctor

 

 

Daftar Pustaka:

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (2019). Buku Panduan Kepaniteraan Klinik Mahasiswa Kedokteran. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Thomas, J., & Monaghan, T. (2014). Oxford Handbook of Clinical Examination and Practical Skills (2nd ed.). Oxford University Press.
Kolegium Dokter Primer Indonesia. (2012). Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Konsil Kedokteran Indonesia

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!