OSCE Preparation

5 Lokasi Vena untuk Pasang Infus

5 Lokasi Vena untuk Pasang Infus
Pemasangan infus merupakan metode pemberian cairan, obat-obatan, atau nutrisi langsung ke dalam pembuluh darah menggunakan selang lentur kecil (kateter IV/abocath). Proses ini sangat krusial di rumah sakit untuk menghidrasi pasien, memberikan obat dengan reaksi cepat, atau menjaga stabilitas elektrolit.
Saat menjadi mahasiswa kedokteran, kamu pasti akan mempelajari skill injeksi intravena ini. Langkah pertama yang wajib kamu kuasai adalah menentukan lokasi penusukan. Pemilihan vena yang tepat akan meminimalkan rasa sakit pada pasien dan mencegah infus cepat macet.
Berikut adalah 5 lokasi vena yang paling sering digunakan untuk pemasangan infus:

1. Vena Digitalis

Vena digitalis bisa ditemukan di sepanjang sisi lateral jari-jari tangan dan terhubung ke vena dorsalis oleh cabang-cabang penyambung.
  • Keuntungan:
- Pembuluh vena mudah terlihat di permukaan kulit.
- Mudah difiksasi menggunakan balutan atau tourniquet berukuran kecil.
  • Kerugian:
- Hanya kateter IV (abocath) berukuran sangat kecil yang bisa masuk.
- Rentan terjadi infiltrasi (cairan bocor ke jaringan sekitar).
- Tidak direkomendasikan untuk terapi cairan jangka panjang.

 

2. Vena Dorsalis Superfisialis

Vena ini terdapat pada area metakarpal (punggung tangan) dan berasal dari gabungan vena digitalis. Lokasi ini sering menjadi pilihan pertama dalam pemasangan infus.
  • Keuntungan:
- Mudah dipalpasi (diraba) dan dilihat dengan mata telanjang.
- Memungkinkan pasien untuk tetap bisa menggerakkan lengan dengan cukup bebas.
  • Kerugian:
- Posisi kateter IV mudah bergeser jika pasien terlalu aktif bergerak.
- Area fiksasi mudah basah dan kotor jika pasien sering mencuci tangan.
- Aliran infus rawan macet jika pergerakan tangan pasien tidak terkontrol.

 

3. Vena Sefalika (Cephalic Vein)

Terletak di lengan bawah bagian luar, memanjang sejajar dengan posisi ibu jari (radial) dan berjalan ke atas melintasi lipatan siku (regio antekubiti).
  • Keuntungan:
- Ukuran vena cukup besar, sehingga bisa menggunakan kateter IV ukuran besar.
- Sangat aman digunakan untuk memasukkan larutan infus atau obat yang sifatnya mengiritasi pembuluh darah.
  • Kerugian:
- Jalur vena cenderung melengkung dan berbelok.
- Bisa menyulitkan proses insersi (penusukan) jika kateter yang digunakan berukuran panjang.

 

4. Vena Basilika (Basilic Vein)

Vena ini ditemukan pada sisi ulnaris (sejajar kelingking) lengan bawah, berjalan ke atas di bagian belakang lengan, lalu melengkung ke arah permukaan depan lipatan siku.
  • Keuntungan:
- Memiliki diameter besar, cocok untuk insersi kateter IV berukuran besar dan aliran cepat.
- Cocok untuk terapi infus dengan larutan yang mengiritasi.
  • Kerugian:
- Posisinya agak tersembunyi sehingga pasien harus memutar lengannya, yang terkadang kurang nyaman.
- Kateter cenderung lebih mudah berputar jika plester fiksasi kurang kuat.

 

5. Vena Mediana Kubiti

Vena ini terletak tepat di area lipatan siku (antekubiti). Vena ini bertugas menghubungkan vena sefalika dan vena basilika.
  • Keuntungan:
- Penusukan sangat mudah dilakukan karena vena tampak menonjol.
- Ukuran vena besar dan alirannya sangat deras.
- Vena stabil, tidak licin, dan tidak mudah bergeser saat ditusuk.
  • Kerugian:
- Sangat membatasi pergerakan fleksi siku pasien (jika siku ditekuk, aliran infus otomatis macet).
- Sebaiknya tidak dipakai untuk infus rawat inap biasa, melainkan lebih dikhususkan untuk kondisi gawat darurat atau pengambilan sampel darah (phlebotomy).

 

 

Kesimpulan

Itu dia 5 tipe vena yang menjadi "langganan" untuk pemasangan infus. Saat masa preklinik nanti, pastikan kamu rajin berlatih meraba anatomi vena agar insting dan skill pemasangan infus kamu semakin mahir sebelum bertemu pasien sungguhan.
Untuk menunjang latihanmu di rumah, kamu bisa menggunakan Paket Infus Temen! Di dalam paket tersebut sudah all-in include semua alat kebutuhan skills lab infus secara lengkap. Langsung saja cek dan checkout di medtools.store, ya!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim
#Prepareadoctor

 

Daftar Pustaka:

Perry, A. G., & Potter, P. A. (2014). Clinical Nursing Skills & Techniques (8th ed.). Mosby Elsevier.
Dougherty, L., & Lamb, J. (2008). Intravenous Therapy in Nursing Practice. Blackwell Publishing.
Weinstein, S. M. (2007). Plumer's Principles and Practice of Intravenous Therapy (8th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!