Selamat datang di dunia klinis, tempat di mana Alat Pelindung Diri (APD) menjadi sahabat sehari-hari. Sebagai mahasiswa kedokteran yang akan menghadapi ujian OSCE, Skill Lab, hingga terjun langsung menjadi dokter muda (koas), sarung tangan medis atau handscoon adalah item yang wajib ada di saku jas snelli.
Namun, seringkali mahasiswa baru masih bingung membedakan kapan harus menggunakan sarung tangan steril dan kapan cukup menggunakan yang non-steril. Padahal, kesalahan pemilihan jenis sarung tangan bisa berakibat fatal, mulai dari pengurangan nilai saat ujian hingga risiko infeksi silang (cross-contamination) pada pasien.
Agar Bro Sis tidak salah ambil saat tindakan, mari kita bedah perbedaan mendasar antara keduanya berdasarkan fungsi klinis dan spesifikasi teknisnya.
Prinsip utamanya adalah: sesuaikan tingkat sterilitas sarung tangan dengan tingkat invasif prosedur yang akan dilakukan.
Sarung Tangan Steril (Surgical Gloves) Sarung tangan ini dikemas secara individual (sepasang kiri-kanan) dalam kemasan kedap udara yang sudah disterilisasi (biasanya dengan radiasi Gamma atau Etilen Oksida). Tujuannya adalah menciptakan kondisi aseptik sempurna.
Bro Sis WAJIB menggunakan jenis ini untuk:
Sarung Tangan Non-Steril (Examination Gloves) Jenis ini biasanya dikemas dalam boks berisi 50–100 buah dan diambil secara acak. Sarung tangan ini "bersih" tetapi tidak bebas mikroorganisme sepenuhnya. Fungsinya lebih sebagai penghalang (barrier) cairan tubuh.
Bro Sis bisa menggunakan jenis ini untuk:
Mungkin Bro Sis jarang memperhatikan tulisan "AQL" di boks sarung tangan, padahal ini indikator penting. AQL adalah standar kualitas yang menunjukkan batas toleransi cacat produk, khususnya keberadaan lubang mikroskopis (pinholes) yang tidak kasat mata.
Selain sterilitas, bahan juga menentukan kenyamanan. Kebanyakan sarung tangan medis terbuat dari lateks (karet alami) atau nitril (karet sintetis).
Untuk kebutuhan belajar dan pemeriksaan umum, bahan Lateks dengan Bedak (Powdered) sering menjadi favorit mahasiswa. Kenapa? Karena lapisan beduk jagung (cornstarch) di dalamnya membuat sarung tangan sangat mudah dipakai dan dilepas, bahkan saat tangan Bro Sis sedang berkeringat karena gugup menghadapi dosen penguji. Selain itu, lateks memiliki elastisitas tinggi sehingga pas di tangan (fit) dan meningkatkan sensitivitas sentuhan jari.
Pemilihan sarung tangan bukan soal "yang penting pakai", tapi soal keselamatan pasien dan diri sendiri. Gunakan sarung tangan steril untuk semua prosedur aseptik/bedah, dan gunakan non-steril untuk proteksi diri sehari-hari.
Nah, bagi Bro Sis yang sedang bersiap untuk latihan Skill Lab, kegiatan bakti sosial, atau sekadar stok persiapan koas, pastikan persediaan handscoon selalu aman. Salah satu rekomendasi terbaik untuk kebutuhan harian adalah General Care Gloves (Non-Steril). Produk ini berbahan lateks elastis dengan powder yang nyaman, sangat cocok untuk pemakaian massal atau latihan rutin. Bro Sis tidak perlu bingung cari di mana, karena Medtools menyediakan stok lengkap dengan harga mahasiswa. Langsung saja konsultasi kebutuhan logistik medis Bro Sis dengan tim kami melalui