Lagi masuk blok Saraf (Neurology System) atau blok Muskuloskeletal? Pasti jadwal Bro Sis lagi padat-padatnya sama latihan Skill Lab (CSL) pemeriksaan fisik, kan?
Salah satu tantangan terbesar saat belajar pemeriksaan fisik neurologis di Skill Lab adalah: "Kok refleksnya nggak keluar-keluar, ya?". Padahal, posisi pasien sudah benar, tendon sudah ketemu, tapi pas diketuk... zonk. Kaki teman atau manekin diam saja. Kalau ini terjadi pas latihan sih aman, tapi kalau kejadian pas ujian OSCE di depan dosen penguji? Wah, bisa panas dingin!
Seringkali, masalahnya bukan cuma di skill ketukan tangan Bro Sis, tapi juga pemilihan alat. Hammer Refleks adalah senjata utama kita. Biar Bro Sis nggak salah pilih "senjata" buat tempur di Skill Lab dan OSCE, yuk kenali jenis-jenisnya!
Ini adalah hammer yang paling sering Bro Sis lihat di starter kit mahasiswa baru.
Bentuk: Gagang logam pipih dengan kepala karet segitiga oranye/hitam.
Untuk Skill Lab: Cocok buat pemula karena harganya ramah di kantong mahasiswa.
Tantangan: Karena bahannya ringan, Bro Sis butuh teknik ayunan pergelangan tangan (wrist snap) yang benar-benar luwes dan agak bertenaga supaya refleksnya muncul. Kalau ayunan tangan masih kaku, refleks tendon dalam (seperti Biceps/Triceps) kadang susah dipancing pakai alat ini.
Nah, kalau yang ini sering disebut sebagai primadonanya anak koas dan pejuang OSCE.
Bentuk: Mirip huruf "T" dengan dua sisi karet (besar dan kecil).
Kenapa "OSCE Friendly"? Di dalam gagangnya tersimpan fitur rahasia: Jarum (tumpul/tajam) untuk tes nyeri dan Sikat Halus untuk tes raba. Saat ujian OSCE stase saraf, biasanya diminta periksa motorik DAN sensorik. Dengan Hammer Buck, Bro Sis nggak perlu ribet rogoh-rogoh saku cari jarum pentul atau kapas terpisah. Tinggal buka gagangnya, semua alat sudah standby. Praktis banget buat hemat waktu ujian yang cuma beberapa menit!
Kalau Bro Sis lihat residen atau konsulen Saraf, rata-rata pakai jenis ini.
Bentuk: Kepala dari stainless steel solid yang berat, bentuknya gagah.
Kelebihan di Skill Lab: Palu ini mengandalkan gravitasi. Bro Sis nggak perlu tenaga buat mengetuk. Cukup pegang ujung gagangnya, jatuhkan kepalanya ke tendon, dan voila! Refleks biasanya langsung keluar karena momentumnya pas.
Tips: Sangat membantu buat Bro Sis yang tangannya kecil atau tenaganya kurang kuat. "Alat yang bekerja buat kamu," bukan sebaliknya.
Bentuk: Gagang panjang lentur dengan kepala piringan bundar.
Penggunaan: Gagangnya yang panjang enak banget dipakai buat latihan Refleks Plantar (kaki) atau Refleks Babinski (refleks patologis).
Safety Check: Ingat ya Bro Sis, saat CSL nanti, kalau diminta cek Babinski, Gunakan ujung gagang yang tumpul, BUKAN jarum tajam. Jarum di hammer itu fungsinya buat tes rasa nyeri (sensorik), bukan buat digores ke telapak kaki teman/pasien. Jangan sampai teman CSL-nya kesakitan, ya!
Kesimpulan: Mana yang Harus Dibeli?
Jadi, sudah siap menaklukkan Skill Lab Neurologi? Pastikan alat tempur Bro Sis sudah standar medis dan nyaman dipakai. Kalau Bro Sis masih bingung atau hammer lamanya karetnya sudah keras, mending ganti sekarang. Di Medtools, kami punya Hammer Buck lengkap dengan isinya dan Trömner Stainless yang mantap digenggam. Langsung aja curhat kebutuhan Skill Lab Bro Sis ke WhatsApp Medtools Student di sini. Yuk, latihan yang rajin biar lulus ujian sekali jalan!