Alat Kesehatan

Cara Membaca Oximeter dengan Tepat

Cara Membaca Oximeter dengan Tepat

Dalam pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV), pengukuran saturasi oksigen kini sama pentingnya dengan tensi dan suhu tubuh. Sebagai calon dokter, kemampuan membaca pulse oximeter bukan hanya sekadar melihat angka yang muncul di layar, tapi juga memahami mekanisme dan validitas datanya.

Seringkali saat OSCE atau praktik di klinik, kita terburu-buru menjepitkan alat ke jari pasien tanpa memperhatikan faktor pre-analitik. Akibatnya? Hasil bisa false low atau tidak terbaca sama sekali.

Nah, supaya Bro Sis makin jago saat skill lab maupun koas nanti, Medi sudah rangkum cara kerja, interpretasi nilai, hingga tips merawat oximeter berdasarkan standar medis. Yuk, disimak!

 

1. Persiapan Sebelum Pengukuran (Pre-Analitik)

Sebelum alat menempel di jari, ada protokol yang harus Bro Sis pastikan agar sensor photodetector bisa bekerja optimal menangkap cahaya merah dan inframerah.

  • Hapus Cat Kuku dan Henna: Cat kuku berwarna gelap (biru, hijau, hitam) atau kuku palsu dapat menghalangi transmisi cahaya, menyebabkan pembacaan SpO2 yang tidak akurat.
  • Hangatkan Jari (Perfusion Issue): Oximeter membutuhkan aliran darah pulsatif (denyut) yang baik. Jika tangan pasien dingin (vasokonstriksi perifer), hangatkan dulu dengan cara digosok perlahan. Perfusi yang buruk sering menyebabkan alat gagal membaca.
  • Pilih Jari yang Tepat: Jari telunjuk, jari tengah, atau jari manis tangan dominan biasanya memberikan pembacaan terbaik. Hindari jari yang mengalami edema atau luka.

 

 

2. Cara Menggunakan Oximeter dengan Benar

Ikuti langkah ini untuk meminimalkan artefak gerak:

 

  • Posisi pasien sebaiknya duduk atau berbaring rileks.
  • Jepitkan oximeter pada jari sampai ujung jari menyentuh batas sensor di dalam alat.
  • Letakkan tangan pasien di atas dada atau paha (setinggi jantung atau lebih rendah) dan minta pasien untuk tidak banyak bergerak.
  • Tunggu beberapa detik hingga gelombang (grafik) di layar terlihat stabil dan konsisten, baru catat angkanya.

 

3. Interpretasi Hasil: SpO2, PR, dan Gelombang

Di layar oximeter, Bro Sis biasanya akan melihat dua angka utama dan satu grafik. Berikut cara membacanya secara medis:

 

A. SpO2 (Saturasi Oksigen Perifer) Ini menunjukan persentase hemoglobin yang mengikat oksigen.

  • 95% – 100%: Normal. Oksigenasi jaringan adekuat.
  • 91% – 94%: Hipoksia Ringan. Perlu evaluasi klinis lebih lanjut, terutama pada pasien dengan riwayat penyakit paru (seperti PPOK) yang mungkin memiliki baseline rendah.
  • < 90%: Hipoksia Berat/Kritis. Menurut pedoman WHO, kondisi ini memerlukan terapi oksigen segera karena suplai oksigen ke jaringan vital sudah terganggu.

 

B. PR (Pulse Rate / Denyut Nadi) Biasanya ditandai dengan satuan bpm (beats per minute).

  • 60 – 100 bpm: Rentang normal istirahat (resting rate).
  • < 60 bpm: Bradikardia (kecuali pada atlet terlatih).
  • > 100 bpm: Takikardia. Bisa karena demam, nyeri, cemas, atau kompensasi hipoksia.

 

 

C. Gelombang Plethysmograph (Pleth)

Ini tips pro buat Bro Sis! Perhatikan grafik gelombang naik-turun di layar. Jika gelombangnya berantakan atau putus-putus, artinya sinyal tidak kuat (mungkin karena pasien bergerak atau perfusi buruk). Jangan percaya angkanya sampai gelombangnya berbentuk bukit yang teratur.

 

4. Cara Membersihkan dan Merawat Alat

Sebagai alat yang berpindah dari satu jari ke jari lain, oximeter berpotensi jadi vektor transmisi bakteri. Gunakan tisu alkohol 70% atau tisu basah antibakteri untuk mengusap bagian karet silikon (tempat jari masuk).

 

Segera keringkan dengan tisu kering atau kain lembut. Jangan biarkan cairan menetes ke dalam komponen elektronik. Lepaskan baterai jika alat tidak akan dipakai dalam waktu lama (misalnya saat libur semester) untuk mencegah kebocoran baterai.

 

Kesimpulan

Membaca oximeter memang terlihat sederhana, namun ketelitian pada persiapan pasien dan interpretasi gelombang pleth adalah kunci yang membedakan tenaga medis profesional dengan orang awam. Pastikan Bro Sis selalu melakukan kroscek hasil oximeter dengan kondisi klinis pasien (seperti tanda sesak atau akral dingin) agar diagnosisnya tepat.

Nah, supaya skill klinis Bro Sis makin terasah tanpa terhalang kendala teknis, dukungan alat yang presisi dan responsif itu wajib hukumnya. Jangan sampai saat ujian atau jaga, Bro Sis malah bingung karena angka di layar lompat-lompat akibat sensor yang kurang sensitif. Kalau Bro Sis butuh Pulse Oximeter standar medis yang layarnya sudah OLED dan pembacaannya akurat, Medtools siap bantu pilihkan yang terbaik. Langsung saja chat WhatsApp  di sini untuk tanya-tanya spek atau promo ya!

 

Bagikan Artikel: