OSCE Preparation

Cara Mengukur Suhu Tubuh dengan Termometer Digital pada Pemeriksaan TTV

Cara Mengukur Suhu Tubuh dengan Termometer Digital pada Pemeriksaan TTV

Termometer digital merupakan alat esensial untuk mengukur suhu tubuh seseorang secara cepat dan akurat. Sebagai mahasiswa kedokteran, alat ini akan sangat sering kamu gunakan, terutama saat melakukan pemeriksaan fisik Tanda-Tanda Vital (TTV) pada pasien.

Saat ini, termometer memiliki banyak jenis, mulai dari termometer raksa (yang sudah mulai ditinggalkan), termometer inframerah (thermogun), hingga termometer digital. Pada artikel kali ini, Medi akan fokus membahas cara mengukur suhu yang paling umum di Skill Lab, yaitu menggunakan termometer digital.

 

3 Tempat Pengukuran Suhu Tubuh

Untuk mendapatkan suhu inti tubuh, kamu bisa melakukan pengukuran di 3 lokasi berbeda, yaitu melalui mulut (oral), ketiak (aksila), dan anus (rektal). Ingat, prinsip PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) sangat penting di sini! Pastikan kamu selalu membersihkan ujung termometer dengan alcohol swab sebelum dan sesudah digunakan pada pasien.

Yuk, kita bahas tata caranya satu per satu:

1. Pengukuran Suhu Melalui Oral (Mulut)

Pengukuran ini sangat umum dilakukan pada orang dewasa yang kooperatif.

Tata Cara Melakukannya:

  1. Apabila pasien baru saja makan/minum sesuatu yang panas atau dingin, tunggu sekitar 10-15 menit sebelum pemeriksaan agar suhu makanan/minuman tidak memengaruhi hasil.
  2. Nyalakan termometer digital dan pastikan layar menunjukkan angka awal atau indikator ready.
  3. Letakkan ujung sensor termometer di bawah lidah pasien (di salah satu sisi kantong sublingual).
  4. Minta pasien untuk menutup mulut rapat-rapat, tidak menggigit termometer, dan bernapas dengan santai melalui hidung.
  5. Tunggu sekitar 3-5 menit (atau sampai termometer berbunyi "bip").
  6. Keluarkan termometer, baca hasilnya di layar, catat, dan infokan kepada pasien.

 

2. Pengukuran Suhu Melalui Aksila (Ketiak)

Ini adalah metode yang paling nyaman dan tidak invasif, sering digunakan untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Tata Cara Melakukannya:

  1. Minta izin kepada pasien untuk membuka sedikit pakaiannya di area lengan/bahu. Tips klinis: Jika ketiak pasien basah karena keringat, keringkan dulu menggunakan tisu agar pembacaan suhu akurat.
  2. Nyalakan termometer digital.
  3. Tempatkan ujung sensor termometer tepat di tengah lipatan ketiak pasien. Pastikan sensor menempel langsung pada kulit, bukan pada baju.
  4. Minta pasien untuk menjepit termometer dengan cara merapatkan lengan ke sisi tubuhnya (atau silangkan lengan pasien ke arah dada).
  5. Tunggu sampai termometer berbunyi "bip".
  6. Ambil termometer, baca, catat hasilnya, dan infokan kepada pasien.

 

3. Pengukuran Suhu Melalui Rektum (Anus)

Pengukuran rektal adalah metode yang memberikan hasil paling akurat (paling mendekati suhu inti tubuh sesungguhnya). Biasanya metode ini digunakan untuk bayi, balita, atau pasien dewasa dalam kondisi tidak sadar.

Tata Cara Melakukannya:

  1. Siapkan termometer. Tips klinis: Oleskan sedikit pelumas medis (seperti jelly pelumas) pada ujung termometer agar tidak melukai mukosa anus pasien.
  2. Buka pakaian bawah pasien (balita). Posisikan balita berbaring miring atau tengkurap di pangkuan orang tuanya.
  3. Nyalakan termometer digital.
  4. Dengan tangan bersarung (handscoon), buka sedikit lipatan bokong dan masukkan termometer ke dalam anus secara perlahan dan hati-hati, kedalamannya sekitar 2,5 cm hingga 4 cm (jangan terlalu dalam!).
  5. Tahan posisi termometer dan tunggu sampai terdengar bunyi "bip".
  6. Cabut termometer secara perlahan, baca, dan catat hasilnya.

 

Perbandingan Hasil Pengukuran Suhu

Karena diukur di lokasi yang berbeda, hasil suhunya pun akan sedikit bervariasi. Berikut adalah perbandingan suhu rata-rata yang perlu kamu ketahui:

  • Suhu Normal Oral: Sekitar 37°C.
  • Suhu Rektal: Biasanya lebih tinggi sekitar ± 0,4 - 0,5°C dibandingkan suhu oral.
  • Suhu Aksila: Biasanya lebih rendah sekitar 0,5 - 1°C dibandingkan suhu oral.

Tips Memilih Termometer Digital

Ada banyak sekali merek termometer digital yang beredar di pasaran. Sebagai calon dokter, pastikan kamu memilih termometer yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan (AKL/AKD), teruji klinis, dan awet digunakan berkali-kali. Beberapa merek yang sering direkomendasikan dan dipakai oleh tenaga kesehatan antara lain Omron, Be Care, dan General Care.

Nggak usah bingung nyarinya di mana, kamu bisa langsung cek spesifikasi dan mendapatkan termometer digital berkualitas medis di @MEDTOOLS.ID! atau Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

Peninjau: dr. Lonlim

#DuniaKedokteran #PrepareADoctor

 

Daftar Pustaka

Hello Sehat. (n.d.). Cara Pakai dan Jenis Termometer. Diakses dari https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/cara-pakai-dan-jenis-termometer/

Hello Sehat. (n.d.). Jenis dan Cara Pakai Termometer. Diakses dari https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/jenis-dan-cara-pakai-termometer/

Skillslab FK UNS. (2018). Manual Pemeriksaan Vital Sign. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Diakses dari https://skillslab.fk.uns.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/MANUAL-VS_2018-smt-1.pdf

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!