OSCE Preparation

Cara Mengukur Tekanan Darah dengan Tensimeter Aneroid Sesuai Standar Klinis

Cara Mengukur Tekanan Darah dengan Tensimeter Aneroid Sesuai Standar Klinis

Tekanan darah merupakan tekanan yang ditimbulkan oleh sirkulasi darah pada dinding pembuluh darah arteri. Untuk mengukurnya, kita membutuhkan alat yang disebut Tensimeter (Sphygmomanometer).

Meskipun saat ini banyak tensimeter digital, namun sebagai mahasiswa kedokteran, kamu diwajibkan untuk menguasai cara pengukuran tekanan darah secara manual menggunakan Tensimeter Aneroid (tensimeter jarum).

Alat ini terdiri dari gauge (monitor penunjuk angka/jarum tekanan), bulb (balon pompa karet), katup pengatur udara, serta selang yang terhubung dengan manset yang akan dililitkan pada lengan pasien. Lalu, bagaimana urutan cara menggunakannya yang benar? Mari kita bahas!

 

1. Persiapan Alat

Hal pertama yang harus kamu siapkan tentu saja adalah Tensimeter Aneroid danΒ Stetoskop.

Catatan Penting: Pastikan kamu memilih ukuran manset tensimeter yang sesuai dengan lingkar lengan pasien! Jika manset terlalu kecil/sempit, hasil tekanan darah akan terbaca lebih tinggi secara palsu (false high). Sebaliknya, jika terlalu longgar, hasilnya akan lebih rendah.Β 

 

2. Persiapan Pasien (Fase Pra-Analitik)

Sebelum manset dipasang, pastikan pasien memenuhi syarat-syarat berikut agar hasil pengukuran akurat dan tidak bias:

  • Kondisikan Pasien Tenang: Banyak pasien mengalami White Coat Hypertension (tegang saat diperiksa dokter). Tenangkan pasien dan jelaskan secara singkat prosedur yang akan dilakukan agar mereka merasa nyaman.
  • Tidak Mengonsumsi Kafein & Tembakau: Tanyakan kepada pasien, pastikan mereka tidak merokok atau meminum minuman berkafein (kopi/teh) minimal 30 menit sebelum pemeriksaan.
  • Istirahat Sejenak: Jika pasien baru saja berjalan jauh, naik tangga, atau melakukan aktivitas fisik lainnya, minta pasien duduk bersandar dan beristirahat santai selama 5 menit.
  • Bebaskan Area Lengan: Lengan yang akan diperiksa harus terbebas dari pakaian ketat. Minta izin kepada pasien untuk menyingsingkan lengan bajunya ke atas agar manset bisa menempel langsung pada kulit.

 

3. Langkah-Langkah Pengukuran (Fase Analitik)

Setelah persiapan selesai, ikuti langkah-langkah Skill Lab berikut ini:

  1. Raba Nadi Lengan (Palpasi): Raba daerah lipatan siku (fossa cubiti) lengan pasien dengan dua jari. Pastikan kamu merasakan denyut nadi pembuluh darah utama lengan, yaitu Arteri brachialis.
  2. Pasang Manset: Lilitkan manset mengelilingi lengan atas pasien. Pastikan tepi bawah manset berada sekitar 2–3 cm (atau 2 jari) di atas lipatan siku (fossa cubiti). Posisikan lengan pasien bersandar rileks di atas meja sejajar dengan letak jantung, dengan siku sedikit ditekuk (fleksi).
  3. Tentukan Tekanan Sistolik Palpatoar: Ini adalah langkah krusial! Raba denyut nadi di pergelangan tangan pasien (Arteri radialis). Sambil meraba nadi tersebut, pompa balon tensimeter perlahan. Saat denyut nadi radialis hilang (tidak teraba lagi), ingat angkanya, lalu pompa lagi tambahan 30 mmHg di atas angka tersebut.
  4. Letakkan Stetoskop: Pasang earpiece stetoskop di telinga kamu. Ketuk perlahan diaphragm (bagian pipih stetoskop) untuk memastikan suaranya masuk. Letakkan diaphragm tepat di atas denyut Arteri brachialis yang tadi kamu raba di lipatan siku. (Ingat: Jangan menyelipkan stetoskop di bawah manset!).
  5. Kempiskan Perlahan (Auskultasi): Buka katup pompa sedikit saja. Turunkan tekanan secara perlahan dengan kecepatan turun Β± 2-3 mmHg/detik sambil mendengarkan suara denyut (Korotkoff) dari stetoskop:
  6. Tekanan Sistolik: Dicatat saat kamu mendengar bunyi detak jantung untuk yang pertama kalinya (Korotkoff I).
  7. Tekanan Diastolik: Dicatat saat bunyi detak tersebut menghilang sepenuhnya (Korotkoff V).
  8. Kempiskan Total: Setelah suara hilang dan angka diastolik didapat, segera buka katup lebar-lebar untuk membuang sisa udara hingga jarum menunjuk angka 0 mmHg. Lepaskan manset.

 

4. Evaluasi dan Klasifikasi (Fase Pasca-Analitik)

 

Tunggu sekitar 1–2 menit, lalu lakukan pemeriksaan ulang pada lengan yang sama. Ambil nilai rata-rata dari kedua pengukuran tersebut. Jika selisihnya lebih dari 5 mmHg, lakukan pengukuran ketiga.

Setelah mendapatkan hasil akhir (misalnya 120/80 mmHg), tentukan klasifikasi tekanan darah pasien. Berikut adalah tabel klasifikasi tekanan darah untuk orang dewasa berdasarkan JNC-VII (The Joint National Committee VII):

Kategori Tekanan Darah

  • Normal: Sistolik < 120 mmHg dan Diastolik < 80 mmHg
  • Prehipertensi: Sistolik 120 – 139 mmHg atau Diastolik 80 – 89 mmHg
  • Hipertensi Derajat 1: Sistolik 140 – 159 mmHg atau Diastolik 90 – 99 mmHg
  • Hipertensi Derajat 2: Sistolik β‰₯ 160 mmHg atau Diastolik β‰₯ 100 mmHg

Berikan Edukasi: Jelaskan hasil pemeriksaan tersebut kepada pasien dengan bahasa yang mudah dipahami. Berikan edukasi gaya hidup atau rujukan lanjutan sesuai dengan kategori hasil tekanan darahnya.

 

Itu dia panduan mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter aneroid. Sebagai calon dokter, kamu harus sering berlatih melakukan prosedur ini kepada teman, saudara, atau orang tua agar telingamu semakin peka mendengar suara sistolik dan diastolik!

Butuh Tensimeter Aneroid dan Stetoskop berkualitas standar medis untuk latihan Skill Lab? Kamu bisa mendapatkannya dengan mudah di E-Commerce @MEDTOOLS.ID! atau Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

Hubungi Whatsapp MEDTOOLS di sini!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah

Peninjau: dr. Stellon Salim

#DuniaKedokteran #PrepareADoctor

 

Daftar Pustaka

Chobanian, A. V., Bakris, G. L., Black, H. R., Cushman, W. C., Green, L. A., Izzo, J. L., ... & Roccella, E. J. (2003). The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure: the JNC 7 report. JAMA, 289(19), 2560-2572.

High, N. (2018, November 1). Palpasi Denyut Arteri Ekstremitas. Atap Ilmu. Diakses dari https://atapilmubelajar.blogspot.com/2018/02/palpasi-denyut-arteri-ekstremitas.html

Skillslab FK UNS. (2018). Manual Pemeriksaan Vital Sign. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Diakses dari https://skillslab.fk.uns.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/MANUAL-VS_2018-smt-1.pdf

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!