Alkes Institusi (RS / Klinik)

Perbedaan Ukuran Stomach Tube

Perbedaan Ukuran Stomach Tube
Bagi kamu yang sedang merawat anggota keluarga yang membutuhkan selang makan (stomach tube atau NGT - Nasogastric Tube), mungkin muncul banyak pertanyaan seputar alat medis ini. Salah satu hal yang sering membuat penasaran adalah mengapa ukuran selang makan bisa berbeda-beda, dan bagaimana dokter menentukan ukuran yang tepat?
Memahami perbedaan ukuran stomach tube sangat penting karena ukuran yang sesuai akan berdampak langsung pada tingkat kenyamanan pasien, kelancaran asupan nutrisi atau obat, serta efektivitas penggunaan selang itu sendiri. Artikel ini akan membahas tuntas tentang standar ukuran stomach tube dalam bahasa yang mudah dipahami.

Apa Itu Stomach Tube?

Seperti yang kita tahu, selang makan dipasang melalui rongga hidung (atau terkadang melalui mulut pada bayi) menembus saluran esofagus hingga ke lambung. Fungsinya adalah untuk menyalurkan nutrisi cair, cairan hidrasi, atau obat-obatan bagi pasien yang kehilangan kemampuan untuk makan atau menelan secara normal. Penggunaan selang ini adalah pilar penting dalam perawatan medis untuk memastikan status gizi pasien tetap terjaga demi proses pemulihan.

 

Mengenal Satuan Ukuran Selang Makan

Di dunia medis, ketebalan ukuran stomach tube dinyatakan dalam satuan French (Fr), yang secara spesifik mengukur diameter luar selang tersebut. Aturan bacanya sangat sederhana: semakin besar angka French-nya, semakin besar pula ukuran diameter selangnya.
Sebagai gambaran teknis, satu unit French kira-kira setara dengan 0,33 milimeter. Jadi, selang dengan ukuran 18 Fr sudah pasti memiliki penampang yang lebih besar dan tebal dibandingkan selang berukuran 12 Fr. Pemilihan ukuran French ini tidak dilakukan secara acak, melainkan disesuaikan dengan usia, ukuran anatomi tubuh pasien, dan tujuan medis dari pemasangan selang.

Detail Ukuran Stomach Tube dan Penggunaannya

Berikut adalah rincian ukuran standar stomach tube (dari yang terkecil hingga terbesar) beserta target penggunanya:
  • Ukuran Sangat Kecil (3.5 Fr - 8 Fr): Selang ini berdiameter sangat kecil, tipis, dan sangat fleksibel. Dikhususkan untuk bayi (terutama bayi prematur atau berat badan lahir rendah) yang saluran pencernaannya masih sangat sensitif. Ukuran ini juga ideal untuk balita atau untuk pemberian cairan obat dalam volume yang sangat sedikit.
  • Ukuran Menengah (10 Fr - 14 Fr): Ini adalah ukuran transisi yang paling sering digunakan untuk anak-anak yang lebih besar menyesuaikan perkembangan fisik mereka. Terkadang, ukuran ini juga dipasang pada pasien dewasa dengan kondisi medis tertentu yang membuat mereka tidak toleran terhadap selang ukuran standar.
  • Ukuran Besar Standar (16 Fr - 18 Fr): Ini adalah ukuran paling umum dan menjadi standar baku untuk mayoritas pasien dewasa. Diameternya yang cukup lebar memastikan aliran cairan nutrisi (seperti susu formula yang cenderung kental) dan obat-obatan dapat mengalir lancar tanpa risiko penyumbatan (clogging).
  • Ukuran Sangat Besar (> 18 Fr): Selang ekstra besar ini jarang digunakan untuk pemberian makan rutin harian. Fungsinya dikhususkan untuk tindakan medis yang butuh aliran sangat besar dan cepat, seperti prosedur bilas lambung (gastric lavage) atau drainase untuk mengeluarkan isi lambung yang bermasalah (cairan racun atau darah).

Kesimpulan

Ukuran stomach tube yang dinyatakan dalam satuan French (Fr) adalah faktor penentu kenyamanan dan keberhasilan terapi nutrisi enteral. Rentang ukuran yang bervariasi ditujukan untuk kelompok usia dan kebutuhan medis spesifik, mulai dari perawatan bayi prematur hingga tindakan drainase pada orang dewasa.
Perlu diingat, pemilihan dan proses pemasangan selang dengan ukuran yang tepat harus selalu dilakukan oleh tenaga medis profesional (dokter atau perawat). Memahami perbedaan ukuran ini akan sangat membantu kamu sebagai pendamping pasien agar lebih siap dan proaktif saat berdiskusi mengenai rencana perawatan bersama tim medis.
Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim

Daftar Pustaka

Bankhead, R., Boullata, J., Brantley, S., Corkins, M., Guenter, P., Krenitsky, J., ... & Wessel, J. (2009). Enteral nutrition practice recommendations. Journal of Parenteral and Enteral Nutrition, 33(2), 122-167.
Perry, A. G., Potter, P. A., & Ostendorf, W. (2017). Clinical Nursing Skills and Techniques (9th ed.). St. Louis, MO: Elsevier/Mosby.
Boullata, J. I., Carrera, A. L., Harvey, L., Escuro, A. A., Hudson, L., Mays, A., ... & ASPEN Safe Practices for Enteral Nutrition Therapy Task Force. (2017). ASPEN safe practices for enteral nutrition therapy. Journal of Parenteral and Enteral Nutrition, 41(1), 15-103.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!