Menjadi mahasiswa kedokteran seringkali identik dengan tumpukan buku tebal, hafalan anatomi, dan ujian blok yang tiada henti. Padahal, tujuan akhir kita bukan sekadar menjadi "kamus berjalan", melainkan menjadi pelayan kesehatan yang utuh bagi masyarakat.
Di dunia medis global, WHO awalnya mengenalkan konsep Five Star Doctor. Namun, di Indonesia, konsep ini disempurnakan menjadi Seven Star Doctor. Ini adalah profil dokter ideal yang diharapkan mampu menjawab tantangan kesehatan masa kini. Ketujuh bintang tersebut meliputi: Care Provider, Decision Maker, Communicator, Community Leader, Manager, Researcher, dan Iman & Taqwa (IMTAQ).
Lantas, keterampilan konkret apa saja yang wajib Bro Sis asah mulai sekarang untuk mencapai standar tersebut? Medi sudah rangkum poin-poin krusialnya berikut ini.
Menjadi Care Provider bukan hanya soal menyembuhkan penyakit (curing disease), tapi merawat manusia (treating patient). Bro Sis harus melatih rasa empati—kemampuan untuk memposisikan diri di sepatu pasien.
Saat anamnesis, jangan hanya fokus pada gejala fisik. Dengarkan keluh kesah mereka. Pasien yang merasa didengar dan dimengerti akan lebih kooperatif dalam pengobatan. Ingat, medicine is a science of uncertainty and an art of probability, dan empati adalah seni utamanya.
Pernah dengar kasus pasien tidak minum obat karena tidak paham penjelasan dokter? Di sinilah skill komunikasi diuji.
Bro Sis harus mampu menerjemahkan bahasa medis yang njelimet menjadi bahasa awam yang mudah dimengerti. Dokter yang hebat bukanlah yang bicaranya paling canggih, tapi yang pesannya paling bisa diterima oleh pasien dari berbagai latar belakang. Ini kunci keberhasilan edukasi dan promosi kesehatan.
Dunia medis adalah dunia dengan tekanan tinggi. Di UGD nanti, Bro Sis tidak punya waktu berjam-jam untuk berpikir.
Bro Sis harus melatih clinical reasoning untuk mengambil keputusan berbasis bukti (Evidence-Based Medicine) dengan mempertimbangkan biaya dan efektivitas. Keterampilan ini dilatih lewat kebiasaan berpikir kritis saat tutorial dan case report selama kuliah.
Dokter tidak bekerja sendirian alias single fighter. Di rumah sakit, Bro Sis adalah mitra bagi perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya.
Kemampuan kepemimpinan dan manajemen tim sangat krusial. Bro Sis harus bisa menekan ego sektoral dan bekerja sama demi keselamatan pasien (patient safety). Selain itu, sebagai Community Leader, dokter diharapkan menjadi tokoh yang bisa menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat, bukan hanya menunggu orang sakit datang ke praktik.
Ilmu kedokteran berkembang hitungan detik. Obat yang efektif hari ini, bisa jadi usang tahun depan. Jiwa peneliti (Researcher) menuntut Bro Sis untuk memiliki rasa ingin tahu tinggi, rajin membaca jurnal terbaru, dan tidak cepat puas dengan ilmu yang ada. Ini adalah bentuk tanggung jawab profesionalisme seumur hidup (Long Life Learning).
Ini adalah "bintang" penyempurna yang khas di Indonesia. Sehebat apapun skill medis kita, Bro Sis harus ingat bahwa dokter hanyalah perantara (wasilah).
Kesembuhan mutlak milik Tuhan Yang Maha Esa. Keyakinan ini akan membuat Bro Sis bekerja dengan ikhlas, jujur, dan tidak sombong saat berhasil, serta tidak mudah putus asa saat menghadapi kasus sulit. Sikap ini akan memancarkan ketenangan yang dirasakan oleh pasien.
Menjadi Seven Star Doctor memang terdengar berat, tapi bukan hal yang mustahil jika Bro Sis mulai melatihnya dari sekarang. Masa pre-klinik dan koas adalah laboratorium terbaik untuk menumbuhkan soft skill ini beriringan dengan kemampuan teknis (hard skill).
Nah, bicara soal melatih hard skill dan profesionalisme, tentu performa Bro Sis harus didukung dengan peralatan medis yang mumpuni. Jangan sampai niat baik melayani pasien terhambat karena tensimeter yang bocor atau stetoskop yang suaranya mendem. Untuk mendukung perjalanan Bro Sis menjadi dokter bintang tujuh yang kompeten, Medtools siap mensupport kebutuhan alat medis berkualitas mulai dari semester awal hingga lulus sumpah dokter. Yuk, lengkapi medical kit Bro Sis sekarang dengan konsultasi langsung di WhatsApp Medtools Student di sini. Semangat mengabdi, Bro Sis!