Alat Kesehatan

Tips Memperbaiki Jarum Tensimeter yang Tidak di Angka 0

Tips Memperbaiki Jarum Tensimeter yang Tidak di Angka 0

Sebagai mahasiswa kedokteran, tensimeter aneroid (jarum) adalah "senjata" tempur yang wajib dibawa kemana-mana, mulai dari latihan skill lab, ujian OSCE, hingga dinas di rumah sakit saat koas nanti. Namun, pernah tidak sih Bro Sis mengalami momen panik saat mau cek tekanan darah pasien, ternyata jarum tensimeter tidak menunjuk tepat di angka 0 saat manset kempis?

Kondisi ini disebut dengan zero error. Jika dibiarkan, hasil pengukuran Bro Sis bisa menjadi bias (false high atau false low), yang berujung pada kesalahan diagnosis hipertensi atau hipotensi. Tenang saja, masalah ini sangat umum terjadi dan seringkali bisa diatasi sendiri tanpa harus membeli alat baru.

Berikut adalah panduan lengkap penyebab dan cara melakukan kalibrasi sederhana pada tensimeter aneroid Bro Sis.

 

Penyebab Jarum Tensimeter Bergeser

Tensimeter aneroid bekerja menggunakan sistem pegas dan bellows logam yang sensitif terhadap perubahan tekanan. Ada beberapa faktor yang membuat akurasinya berkurang:

  • Guncangan Mekanik: Ini penyebab paling sering. Tensimeter yang sering terjatuh, terbentur di dalam tas, atau terguncang keras dapat menggeser posisi pegas internal.
  • Kelelahan Pegas (Metal Fatigue): Pemakaian jangka panjang bertahun-tahun dapat menyebabkan elastisitas pegas menurun, sehingga jarum tidak kembali sempurna ke posisi nol.
  • Suhu Ekstrem: Menyimpan tensimeter di tempat yang terlalu panas (misalnya di dalam mobil yang parkir di bawah matahari) dapat memengaruhi komponen logam di dalam gauge.

 

 

Mengapa Harus Tepat di Angka 0?

Menurut pedoman dari American Heart Association, akurasi alat pengukur tekanan darah sangat krusial. Toleransi kesalahan yang masih bisa diterima biasanya adalah plus minus 3mmHg

.Jika jarum awal sudah menyimpang (misalnya di angka +5 mmHg), maka hasil akhir sistole dan diastole Bro Sis juga akan meleset sebesar 5 mmHg. Dalam konteks klinis, selisih 5 mmHg bisa mengubah status pasien dari "Normal Tinggi" menjadi "Hipertensi Derajat 1", yang tentunya memengaruhi keputusan pemberian obat.

 

 

Tutorial Kalibrasi: Mengembalikan Jarum ke Posisi 0

Jika penyimpangan jarum masih ringan (kurang dari 10 mmHg), Bro Sis bisa mencoba memperbaikinya sendiri menggunakan alat bawaan.

 

1. Siapkan Kunci "Y" atau Kunci Pas Mini Biasanya, saat membeli tensimeter aneroid baru, Bro Sis akan mendapatkan kunci kecil berbentuk seperti huruf "U" atau kunci pas mini di dalam kotaknya. Jangan dibuang, karena ini adalah alat kalibrasi.

2. Identifikasi Titik Kalibrasi Perhatikan bagian gauge (meteran bulat). Lihat di bagian bawah, tepat di mana selang atau bulb pompa tersambung. Di situ terdapat baut atau celah logam di sekitar air inlet.

3. Lakukan Penyesuaian

  • Lepaskan selang dari gauge jika perlu, agar akses lebih mudah.
  • Pasangkan kunci pada baut penyetel di dasar gauge.
  • Putar perlahan. Biasanya, memutar berlawanan arah jarum jam akan menurunkan posisi jarum, dan sebaliknya.
  • Putar sedikit demi sedikit hingga jarum mendarat tepat di tengah oval angka 0.

 

4. Uji Validitas Setelah jarum kembali ke 0, coba pasang kembali manset dan pompa sedikit, lalu kempiskan. Pastikan jarum kembali mendarat mulus di angka 0 tanpa tersendat.

 

 

Tips Merawat Tensimeter Agar Awet

Mencegah lebih baik daripada memperbaiki. Agar tensimeter Bro Sis awet sampai lulus dokter:

  • Gulung Manset dengan Benar: Jangan melipat manset menutupi gauge kaca karena berisiko pecah. Keluarkan udara sampai habis sebelum digulung.
  • Lindungi dari Benturan: Gunakan pouch atau tas tensimeter yang memiliki bantalan empuk.
  • Kalibrasi Berkala: Idealnya, cek akurasi tensimeter setiap 6 bulan sekali. Jika jarum sudah tidak bisa diperbaiki dengan kunci atau penyimpangannya sangat jauh, segera bawa ke teknisi alat kesehatan profesional.

 

 

Kesimpulan

Memastikan jarum tensimeter berada tepat di angka 0 adalah langkah awal dari diagnosis yang presisi. Sebagai calon dokter, menjaga kondisi alat medis sama pentingnya dengan menjaga kesehatan pasien. Dengan melakukan pengecekan dan kalibrasi sederhana ini, Bro Sis bisa lebih percaya diri saat melakukan pemeriksaan.

Namun, jika setelah diputar-putar jarumnya tetap "bandel", macet, atau gauge-nya retak, itu tandanya Bro Sis perlu mempertimbangkan untuk memensiunkan alat tersebut demi keselamatan pasien. Jangan memaksakan alat yang sudah rusak parah, ya.

Kalau Bro Sis butuh tensimeter baru yang tahan banting, akurat, dan bergaransi resmi untuk menemani masa koas, Medtools punya koleksi lengkap dari merek-merek terpercaya. Bro Sis bisa diskusi dulu atau minta rekomendasi tensimeter yang sesuai budget mahasiswa dengan langsung Chat WhatsApp Medtools di sini.

 

 

 

Bagikan Artikel: