OSCE Preparation

4 Teknik Injeksi Yang Wajib Mahasiswa Kedokteran Kuasai!

4 Teknik Injeksi Yang Wajib Mahasiswa Kedokteran Kuasai!
Injeksi adalah metode pemberian obat dengan cara menyuntikkannya langsung ke dalam jaringan tubuh menggunakan jarum suntik. Metode ini dipilih karena memungkinkan obat bekerja lebih cepat dibandingkan rute oral.
Sebagai mahasiswa kedokteran, Kamu wajib menguasai empat jenis injeksi utama yang sering dipelajari dalam skill lab dan digunakan dalam praktik klinis: Intradermal (ID), Subkutan (SC), Intramuskular (IM), dan Intravena (IV). Yuk, simak detailnya!
1. Injeksi Intradermal (ID)
Injeksi ini dilakukan ke dalam lapisan dermis, tepat di bawah epidermis kulit.
  • Lokasi: Lengan bawah sisi dalam, paha atas, atau punggung (di atas skapula).
  • Teknik: Sudut penyuntikan sangat landai, yaitu 10° – 15°. Gunakan jarum kecil (nomor 25-27). Volume obat biasanya sedikit, sekitar 0,1 ml hingga muncul tonjolan (wheal).
  • Tujuan: Umumnya untuk skin test (tes alergi), tes tuberkulin (Mantoux), atau vaksinasi tertentu seperti BCG.
2. Injeksi Subkutan (SC)
Injeksi ini menyasar jaringan lemak (adipose) tepat di bawah dermis.
  • Lokasi: Area perut (sekitar pusar), paha atas bagian luar, atau lengan atas bagian luar.
  • Teknik: Sudut penyuntikan biasanya 45° (atau 90° jika menggunakan jarum yang sangat pendek seperti pada pen insulin).
  • Tujuan: Digunakan untuk obat yang membutuhkan penyerapan lambat dan konsisten, seperti insulin atau heparin.
3. Injeksi Intramuskular (IM)
Injeksi ini dilakukan langsung ke dalam jaringan otot yang kaya akan pembuluh darah.
  • Lokasi: Otot Deltoid (lengan atas), Vastus Lateralis (paha), atau Gluteus Medius (bokong).
  • Teknik: Sudut penyuntikan tegak lurus 90°. Jarum yang digunakan lebih panjang agar bisa menembus lapisan lemak menuju otot.
  • Tujuan: Untuk obat dengan volume lebih besar, obat berbasis minyak, atau sebagian besar jenis vaksin.
4. Injeksi Intravena (IV)
Injeksi ini memberikan obat langsung ke dalam pembuluh darah vena untuk efek sistemik yang instan.
  • Lokasi: Vena di lengan (seperti vena mediana cubiti) atau vena di punggung tangan.
  • Teknik: Sudut penyuntikan sekitar 25°. Memerlukan ketelitian untuk memastikan bevel jarum masuk tepat ke lumen vena (ditandai dengan adanya flash darah).
  • Tujuan: Pemberian obat dalam dosis akurat secara cepat (keadaan darurat), cairan infus, atau obat yang mengiritasi jika diberikan lewat rute lain.

 

Kesimpulan
Memahami jenis injeksi, lokasi, serta sudut penyuntikan adalah kompetensi dasar yang sangat krusial bagi Kamu. Ketepatan teknik tidak hanya menjamin efektivitas obat, tetapi juga meminimalisir rasa nyeri dan risiko komplikasi pada pasien.
Untuk mendukung latihan teknik injeksi agar lebih mahir, Kamu bisa menggunakan Paket Injeksi Teman yang sudah lengkap dengan segala kebutuhan latihan. Hubungi WhatsApp Medi di sini atau kunjungi medtools.id untuk mendapatkan produk berkualitas penunjang pembelajaran Kamu!

 

Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka
Bickley, L. S., Szilagyi, P. G., & Hoffman, R. M. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (13th ed.). Wolters Kluwer.
Hall, J. E., & Hall, M. E. (2020). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.
Katzung, B. G., & Trevor, A. J. (2020). Basic & Clinical Pharmacology (15th ed.). McGraw-Hill Education.
Paulsen, F., & Waschke, J. (2018). Sobotta Atlas of Human Anatomy (16th ed.). Elsevier.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2020). Fundamentals of Nursing (10th ed.). Elsevier.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!