OSCE Preparation

Tata Cara Melakukan Pemeriksaan TTV

Tata Cara Melakukan Pemeriksaan TTV
Tanda-Tanda Vital (TTV) merupakan prosedur dasar namun krusial untuk mengetahui kondisi fisiologis pasien. Pemeriksaan ini membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan memantau perkembangan klinis. Saat koas nanti, Kamu akan sangat sering melakukan pemeriksaan ini setiap hari di bangsal.
Nilai TTV normal dapat bervariasi tergantung usia, jenis kelamin, hingga kondisi kesehatan. Ada empat komponen utama TTV yang harus Kamu kuasai: Tekanan Darah, Denyut Nadi, Laju Pernapasan, dan Suhu Tubuh.

 

1. Pemeriksaan Tekanan Darah (Blood Pressure)
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui tekanan sistol dan diastol. Tekanan darah normal dewasa rata-rata adalah 120/80 mmHg.
Referensi Tekanan Darah Berdasarkan Usia:
Bayi Baru Lahir
  • Sistolik: 60 - 85 mmHg
  • Diastolik: 45 - 55 mmHg

 

Bayi (1 - 12 Bulan)
  • Sistolik: 80 - 100 mmHg
  • Diastolik: 55 - 65 mmHg

 

Balita (1 - 5 Tahun)
  • Sistolik: 90 - 107 mmHg
  • Diastolik: 55 - 71 mmHg

 

Anak (6 - 11 Tahun)
  • Sistolik: 95 - 119 mmHg
  • Diastolik: 60 - 76 mmHg

 

Remaja (12 - 15 Tahun)
  • Sistolik: 110 - 124 mmHg
  • Diastolik: 70 - 79 mmHg
Tata Cara Pemeriksaan:
  1. Kenalkan diri, jelaskan prosedur, dan lakukan cuci tangan sesuai standar WHO.
  2. Pasang manset pada lengan atas pasien (sekitar 2-3 cm di atas fossa cubiti).
  3. Raba arteri brachialis, letakkan stetoskop di atasnya.
  4. Pompa manset hingga aliran darah terhenti (sekitar 20-30 mmHg di atas tekanan sistolik palpasi).
  5. Turunkan tekanan perlahan (2-3 mmHg per detik). Bunyi Korotkoff I adalah Sistolik, dan hilangnya bunyi (Korotkoff V) adalah Diastolik.

 

2. Laju Pernapasan (Respiratory Rate)
Tujuan pengukuran ini adalah menilai frekuensi dan pola napas pasien dalam satu menit. Normal dewasa berkisar antara 12-20 x/menit.
Referensi Laju Pernapasan:
  • Bayi (<1 thn): 30 - 55 x/menit
  • Balita (1-5 thn): 20 - 30 x/menit
  • Anak (6-11 thn): 14 - 22 x/menit
  • Remaja (12-15 thn): 12 - 18 x/menit
Tata Cara Pemeriksaan:
Jangan beri tahu pasien bahwa Kamu sedang menghitung napas agar pola napasnya tetap alami. Perhatikan gerakan naik-turun dada atau perut selama satu menit penuh.

 

3. Pemeriksaan Denyut Nadi (Pulse Rate)
Digunakan untuk menilai frekuensi jantung, irama (reguler/irreguler), dan kekuatan nadi. Normal dewasa adalah 60-100 kali per menit.
Referensi Denyut Nadi (Saat Bangun):
  • Neonatus: 100 - 165 bpm
  • Bayi & Balita: 100 - 150 bpm
  • Anak (6-11 thn): 60 - 95 bpm
  • Remaja (12-15 thn): 55 - 85 bpm
Tata Cara Pemeriksaan:
Gunakan tiga jari (telunjuk, tengah, manis) pada sisi lateral pergelangan tangan (arteri radialis). Hitung selama satu menit penuh atau 15 detik dikalikan 4 jika irama teratur.

 

4. Pemeriksaan Suhu Tubuh (Temperature)
Suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36,5°C - 37,2°C. Hasil ini dipengaruhi oleh aktivitas fisik, siklus hormon, hingga lingkungan.
Tata Cara Pemeriksaan:
  1. Bersihkan ujung termometer.
  2. Tempatkan di area yang diinginkan (Ketiak/Aksila adalah yang paling umum).
  3. Jika menggunakan termometer digital, tunggu hingga berbunyi. Jika merkuri, tunggu sekitar 3-5 menit.
  4. Catat hasilnya dan bersihkan kembali alat setelah digunakan.

 

Kesimpulan
Menguasai pemeriksaan TTV adalah basic skill yang sangat penting. Setelah melakukan pemeriksaan, jangan lupa untuk segera mendokumentasikan hasil tersebut dan menginforkannya kepada dokter konsulen atau pasien.
Untuk mendukung akurasi pemeriksaan TTV, Kamu butuh alat-alat medis berkualitas seperti stetoskop, tensimeter, dan termometer standar AKL. Kamu bisa dapatkan semuanya di MEDTOOLS STORE! Klik link di bio untuk mendapatkan diskon khusus mahasiswa kedokteran!

 

Penulis: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka
Bickley, L. S., Szilagyi, P. G., & Hoffman, R. M. (2021). Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (13th ed.). Wolters Kluwer.
Hall, J. E., & Hall, M. E. (2020). Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Panduan Klinis Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
Paulsen, F., & Waschke, J. (2018). Sobotta Atlas of Human Anatomy (16th ed.). Elsevier.
World Health Organization. (2020). Technical Specifications for Automated Non-invasive Blood Pressure Monitoring Devices. WHO Press.

Bagikan Artikel:

1 Chat Tentang Artikel Ini!