Alkes Institusi (RS / Klinik)

Kanula Intravena (IV Cannula): Fungsi, Jenis, dan Cara Penggunaannya

Kanula Intravena (IV Cannula): Fungsi, Jenis, dan Cara Penggunaannya

Kanula Intravena (IV Cannula): Fungsi, Jenis, dan Cara Penggunaannya

Kanula intravena atau IV Cannula (sering juga disebut abocath/jarum infus) merupakan alat medis krusial yang digunakan untuk memberikan cairan, obat, atau nutrisi langsung ke dalam pembuluh darah vena pasien. Alat ini banyak digunakan di rumah sakit dan klinik untuk berbagai prosedur, mulai dari terapi cairan dasar hingga pemberian obat darurat.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang fungsi, jenis-jenis berdasarkan warnanya, serta cara penggunaan IV Cannula yang tepat.

 

Apa Itu Kanula Intravena?

Kanula intravena adalah tabung plastik fleksibel kecil yang di dalamnya terdapat jarum penuntun (mandrin) tajam untuk menembus kulit dan masuk ke dalam vena. Setelah posisi tepat di dalam pembuluh darah, jarum tajam tersebut akan ditarik dan dibuang, sehingga hanya tabung plastiknya saja yang tertinggal di dalam vena pasien. Dengan metode ini, pemberian cairan dan obat menjadi jauh lebih aman, efisien, dan pasien tidak perlu ditusuk jarum berulang kali.

 

Kapan Kanula Intravena Digunakan?

Pemasangan IV Cannula merupakan kompetensi dasar bagi tenaga medis dan biasanya diindikasikan untuk kondisi berikut:
  • Pemberian cairan infus untuk menjaga hidrasi pasien atau mengatasi dehidrasi berat.
  • Pemberian obat intravena (IV) agar reaksi obat bekerja lebih cepat dibandingkan metode oral (diminum).
  • Prosedur transfusi darah, misalnya pada pasien anemia akut atau korban cedera yang kehilangan banyak darah.
  • Pemberian nutrisi parenteral (melalui pembuluh darah) bagi pasien yang sistem pencernaannya terganggu atau tidak dapat makan melalui mulut.
  • Tindakan medis darurat (emergency), seperti pemberian obat life-saving pada pasien syok, henti napas, atau serangan jantung.

Jenis-Jenis Kanula Intravena Berdasarkan Warna

IV Cannula tersedia dalam berbagai ukuran (Gauge/G) yang ditandai dengan kode warna internasional untuk menunjukkan kapasitas aliran cairannya. Berikut panduannya:
  • Kanula Hijau (18G): Memiliki ukuran jarum yang cukup besar dengan debit aliran cairan yang sangat cepat. Dikhususkan untuk transfusi darah, operasi besar, dan resusitasi cairan dalam jumlah masif.
  • Kanula Pink (20G): Merupakan ukuran sedang dan paling umum digunakan di ruang perawatan. Sangat cocok untuk pasien dewasa yang memerlukan infus cairan standar atau pemberian obat intravena rutin.
  • Kanula Biru (22G): Memiliki ukuran yang lebih kecil dengan aliran cairan yang lebih lambat. Umumnya digunakan untuk pasien dengan pembuluh darah kecil, tipis, atau rapuh, seperti pada lansia dan anak-anak.
  • Kanula Kuning (24G): Memiliki ukuran jarum paling kecil dengan debit aliran yang sangat lambat. Didesain khusus untuk pasien neonatus (bayi baru lahir), balita, atau perawatan intensif anak.

Cara Menggunakan Kanula Intravena dengan Aman

Prosedur pemasangan infus harus dilakukan secara steril. Berikut adalah langkah-langkah dasarnya:
  1. Cuci tangan dengan teknik 6 langkah dan gunakan sarung tangan steril untuk mencegah infeksi nosokomial.
  2. Pilih lokasi vena yang lurus dan besar, biasanya di area punggung tangan (vena dorsalis) atau lengan bawah.
  3. Pasang tourniquet (tali pengikat) beberapa sentimeter di atas area penusukan untuk membendung dan memperjelas pembuluh darah.
  4. Desinfeksi area penusukan, lalu masukkan jarum kanula ke dalam vena dengan sudut 15-30 derajat.
  5. Perhatikan ruang indikator; jika darah sudah masuk, turunkan sudut jarum, dorong tabung plastik fleksibel perlahan ke dalam vena, sambil menarik jarum besinya keluar.
  6. Lepaskan tourniquet, tekan ujung pembuluh darah agar darah tidak menetes, lalu cabut jarum sepenuhnya.
  7. Kunci posisi kanula menggunakan plester medis transparan (dressing infus) agar tetap stabil, terhindar dari kotoran, dan tidak bergeser, lalu hubungkan dengan selang infus.

Keunggulan Menggunakan Kanula Intravena

  • Memungkinkan obat masuk langsung ke sirkulasi sistemik sehingga efeknya jauh lebih cepat.
  • Mengurangi trauma fisik dan psikologis karena pasien tidak perlu ditusuk berulang kali selama masa perawatan.
  • Membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan hidrasi tubuh melalui cairan infus yang mengalir secara kontinu.
  • Menjadi jalur akses utama dan paling aman dalam setiap tindakan medis darurat.

Kesimpulan

Kanula intravena adalah perangkat medis esensial dalam berbagai prosedur klinis rawat inap maupun gawat darurat. Pemilihan ukuran (warna) kanula yang tepat dan sesuai dengan kondisi anatomi pasien sangat penting untuk memastikan prosedur berjalan lancar, aman, dan minim komplikasi.
Penulis: Andika Chris Ardiansyah
Peninjau: dr. Stellon Salim

 

Daftar Pustaka

Dougherty, L., Lamb, J., & Nicholson, A. (2015). Venepuncture and Cannulation (1st ed.). Wiley-Blackwell.
Perry, A. G., Potter, P. A., & Ostendorf, W. (2017). Clinical Nursing Skills and Techniques (9th ed.). Mosby.
World Health Organization (WHO). (2010). WHO guidelines on drawing blood: best practices in phlebotomy. World Health Organization.

Bagikan Artikel: